Info inspiratif – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa investasi tersebut memperlihatkan keterlibatan langsung Indonesia dalam persiapan dan operasional NDB. “New Development Bank dan pemerintah sudah sepakat memberikan dana 1 miliar dolar AS untuk investasi. Dengan begitu, Indonesia menjadi anggota dan ikut berperan aktif,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin.
Bergabungnya Indonesia di NDB diyakini akan membuka akses pasar baru serta memperkuat kolaborasi ekonomi dengan sesama negara berkembang. Airlangga menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan semangat kerja sama negara-negara selatan (global south) yang pernah digagas dalam Konferensi Asia-Afrika. Partisipasi aktif di NDB diharapkan memberi peluang bagi proyek-proyek pembangunan infrastruktur, energi, dan investasi sosial di Indonesia maupun negara anggota lainnya.
Selain mempererat kerja sama dengan anggota BRICS, pemerintah Indonesia juga tetap menyeimbangkan diplomasi ekonomi dengan Blok Barat dan negara-negara Pasifik. Airlangga menyebut, Indonesia tengah bersiap memulai proses aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada 2026. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jaringan perdagangan, investasi, dan kolaborasi ekonomi lintas kawasan.
Langkah ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara berkembang yang aktif dalam forum ekonomi global. Dengan dukungan NDB, pemerintah menargetkan peningkatan investasi strategis, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, dan peluang pertumbuhan ekonomi inklusif. Investasi awal senilai 1 miliar dolar AS menjadi simbol komitmen Indonesia dalam memperkuat peran diplomasi ekonomi melalui BRICS, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor swasta dan publik.
Ke depan, partisipasi Indonesia di NDB diproyeksikan tidak hanya meningkatkan integrasi ekonomi regional, tetapi juga menegaskan keberpihakan negara terhadap kerja sama global yang adil dan saling menguntungkan. Kombinasi strategi dengan BRICS dan aksesi CPTPP menunjukkan pendekatan Indonesia yang pragmatis dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia.
“Baca juga : AS dan Inggris Pernah Gulingkan PM Iran demi Kuasai Minyak”
Indonesia Siap Aksesi CPTPP dan Targetkan Keanggotaan OECD 2027
Indonesia semakin dekat dengan aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pemerintah menargetkan proses aksesi resmi CPTPP dimulai pada 2026, menyusul Uruguay yang lebih dahulu membentuk tim aksesi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, “Kemarin dalam rapat sudah disetujui aksesi Indonesia pada tahun depan. Berikutnya adalah Indonesia, Meksiko, dan Peru yang akan masuk sebagai anggota CPTPP.”
Langkah ini menandai strategi Indonesia memperluas integrasi ekonomi global, meningkatkan akses pasar, dan memperkuat posisi perdagangan internasional. Dengan menjadi anggota CPTPP, Indonesia berpeluang menarik investasi asing, memperluas ekspor, dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur serta agrikultur.
Selain CPTPP, proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD menunjukkan perkembangan positif. Airlangga menjelaskan bahwa setelah selesainya perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada September 2025, dukungan dari negara-negara anggota OECD semakin menguat. “Dari 37 negara anggota OECD, sekitar 34 negara sudah secara terbuka mendukung Indonesia. Targetnya, tahun 2027 kita resmi menjadi anggota OECD,” katanya.
Keanggotaan OECD akan menempatkan Indonesia pada forum ekonomi global yang menekankan transparansi, tata kelola baik, dan standar ekonomi maju. Ini memungkinkan Indonesia mengadopsi praktik terbaik dalam kebijakan fiskal, investasi, serta pembangunan berkelanjutan. Pemerintah menilai langkah ini akan mendukung reformasi ekonomi domestik dan memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.
Kombinasi aksesi CPTPP dan keanggotaan OECD menunjukkan strategi pragmatis pemerintah dalam menyeimbangkan diplomasi ekonomi antara negara berkembang, Blok Barat, dan kawasan Pasifik. Airlangga menekankan bahwa keberhasilan aksesi dan persiapan keanggotaan ini merupakan hasil koordinasi intensif antar kementerian, sektor swasta, dan mitra internasional.
“Baca juga : HP China Mirip iPhone 16 Meluncur di Indonesia Pekan Depan”

