
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun
infoinspiratif.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya menjaga inflasi dan daya beli masyarakat sejak sebelum Ramadhan hingga Idul Fitri. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Senin, menanggapi lonjakan konsumsi tahunan yang biasanya terjadi selama bulan puasa.
“Setiap Ramadhan, konsumsi meningkat dan tekanan harga bisa muncul. Negara harus hadir lebih awal, memastikan instrumen kebijakan bekerja sebelum gejolak terjadi,” kata Misbakhun. Ia menekankan bahwa antisipasi dini menjadi kunci agar kenaikan harga tidak langsung membebani rumah tangga, terutama kelompok menengah ke bawah.
Misbakhun menilai tanpa langkah antisipasi matang, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dapat naik signifikan. “Yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Kenaikan harga langsung memukul pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, inflasi pangan cenderung meningkat 0,5–1% setiap bulan Ramadhan, terutama di kota besar dengan konsentrasi pasar tradisional dan modern yang tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi koordinasi kebijakan untuk menekan tekanan harga sejak awal.
Misbakhun mendorong sinergi antar lembaga, termasuk Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan perbankan nasional. Ia menekankan sistem deteksi dini inflasi dan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah harus diaktifkan sebelum harga melonjak.
Baca juga: “Pelanggaran SOP MBG Bisa Buat Dapur Ditutup BGN”
“Koordinasi tidak boleh setengah-setengah. Semua otoritas harus bergerak dalam satu frekuensi. Pendekatan kita harus preventif, bukan reaktif,” kata dia. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi barang di seluruh Indonesia.
Selain harga, Misbakhun menekankan pengawasan spekulasi pasar, stabilitas nilai tukar, dan likuiditas perbankan. Semua elemen ini memengaruhi kenyamanan masyarakat menjalani ibadah dan aktivitas ekonomi selama Ramadhan.
Menurut Misbakhun, stabilitas harga bukan sekadar angka statistik. “Ini soal ketenangan masyarakat dalam beribadah dan menyambut hari raya. Ekonomi stabil mendorong perputaran usaha di daerah dan pertumbuhan positif,” jelasnya.
Langkah antisipatif ini juga diyakini membantu menjaga daya beli masyarakat, sehingga belanja masyarakat tetap terjaga dan tekanan inflasi tidak menekan sektor riil. DPR RI berkomitmen memantau perkembangan harga dan efektivitas kebijakan hingga puncak Idul Fitri.
DPR mendorong pemerintah mengambil langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga dan ekonomi menjelang Ramadhan dan Lebaran. Koordinasi antar lembaga, pengawasan distribusi, dan deteksi dini inflasi menjadi fokus utama.
Dengan stabilitas ekonomi terjaga, masyarakat bisa menjalani ibadah Ramadhan dan perayaan Idul Fitri dengan tenang, sementara pelaku usaha di daerah tetap mendapat dukungan pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.
Baca juga: “Dua Penyebab Harga Cabai Rawit Naik”