
BMW Luncurkan iX3 Generasi Baru dengan Jarak Tempuh 900 Km
Info inspiratif – BMW kembali memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik dengan meluncurkan iX3 generasi terbaru. Model ini pertama kali terlihat saat menjalani uji jalan di Shanghai, China, dan langsung menarik perhatian berkat desain modern serta teknologi mutakhir yang diusung. Kehadiran SUV listrik ini disebut sebagai strategi BMW untuk mendongkrak penjualan kendaraan energi baru (NEV) di pasar global, khususnya di Tiongkok yang menjadi basis penjualan terbesar mereka.
Untuk performa, varian tertinggi iX3 50 xDrive diklaim mampu menempuh jarak 900 km berdasarkan standar CLTC. Dalam uji WLTP, jarak tempuhnya mencapai 800 km, sedangkan standar EPA Amerika mencatat sekitar 640 km. Mobil ini menggunakan baterai sel silinder generasi baru dengan dukungan teknologi pengisian cepat 800V. Dengan daya maksimal 400 kW, iX3 dapat menambah jarak tempuh 350 km hanya dalam waktu 10 menit pengisian.
Dari sisi interior, BMW membekali iX3 terbaru dengan head-up display panorama penuh dari pilar ke pilar. Sistem bantuan berkendara berbasis kecerdasan buatan (AI) juga ditanamkan, termasuk kemampuan berpindah jalur hanya dengan tatapan pengemudi ke kaca spion. BMW menggandeng perusahaan teknologi Momenta untuk menghadirkan navigasi pintar yang dapat digunakan di area perkotaan maupun jalan tol.
“Baca juga: Voopoo Argus G2, Pod Sistem yang Membawa Pengalaman Vaping ke Level Berikutnya“ [3]
Menurut Dinas Perhubungan DKI Jakarta, skema tarif ERP akan berlaku di sejumlah ruas jalan utama yang selama ini mengalami kepadatan tinggi. Besaran tarif diperkirakan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000 sekali lewat, tergantung jenis kendaraan dan waktu penggunaan jalan. “Penerapan ERP tidak hanya soal pungutan, tetapi strategi pengendalian lalu lintas berkelanjutan,” ujar salah satu pejabat Dishub saat dikonfirmasi.
Meski begitu, kebijakan ini masih menuai pro dan kontra. Sejumlah kalangan menilai ERP bisa membebani masyarakat kelas menengah yang belum memiliki akses transportasi publik memadai. Di sisi lain, pakar transportasi menegaskan bahwa tanpa pembatasan kendaraan, Jakarta akan semakin sulit keluar dari krisis kemacetan.
Penerapan ERP direncanakan mulai diuji coba pada 2026 setelah seluruh perangkat teknologi dan regulasi pendukung selesai dipasang. Jika berhasil, kebijakan ini diharapkan menjadi langkah besar menuju kota Jakarta yang lebih ramah lingkungan, tertib lalu lintas, dan berdaya saing internasional.
“Order Di Sini: Boss Moon Vape Indonesia Grup” [2]