
Xpeng Perkenalkan Robotaxi Baru di Xpeng Day 2025
Produsen otomotif China, Xpeng, memperkuat posisinya dalam industri mobilitas masa depan melalui pengembangan teknologi robotika dan kendaraan otonom generasi baru. Perusahaan ini mengenalkan inovasi penting seperti mobil robotik tanpa navigasi, robotaxi tingkat L4, mobil terbang modular A868 berkapasitas enam kursi, serta robot humanoid Iron generasi terbaru.
Menurut laporan CarNewsChina pada Kamis, robotaxi Xpeng kini dibekali empat chip Turing dengan daya komputasi mencapai 3.000 TOPS. Kapasitas ini memungkinkan sistem kendaraan memproses data secara cepat dan akurat, sehingga mendukung navigasi otonom L4 yang lebih aman.
Xpeng juga mengembangkan model VLA yang bekerja bersama sistem VLM (Vision-Language Model). Kolaborasi kedua teknologi ini memungkinkan interaksi berlatensi rendah antara pengemudi, kendaraan, dan sistem otonom, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih intuitif dan responsif.
Di dalam kabin, Xpeng menanamkan prosesor berkemampuan 750 TOPS untuk mendukung sistem asisten suara multibahasa. Teknologi ini meningkatkan kecepatan respons, memperkuat perlindungan privasi, serta memperluas fungsi interaksi yang dapat dilakukan penumpang.
Serangkaian inovasi tersebut menegaskan keseriusan Xpeng dalam bersaing di sektor mobilitas cerdas, yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan dan komputasi berdaya tinggi.
Ke depan, pengembangan teknologi ini diprediksi mempercepat adopsi kendaraan otonom di pasar global, sekaligus membuka peluang baru untuk integrasi robotika dalam transportasi publik dan layanan mobilitas urban.
“Baca juga : Tarif Ojol Naik 15%, Pengguna Beralih ke Kendaraan Pribadi”
Xpeng terus memperluas ambisinya di sektor mobilitas otonom melalui pengembangan teknologi L4 dan ekspansi lini Robotaxi. Perusahaan otomotif asal China ini menegaskan komitmennya membangun sistem komputasi yang kuat untuk mendukung kendaraan generasi mendatang.
Xpeng menyatakan bahwa platform VLA 2.0 dan Turing AI kini menjadi inti ekosistem mobilitas cerdas mereka. Kedua teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan kecerdasan kendaraan, mempercepat pengolahan data, dan mendukung navigasi otomatis di berbagai kondisi jalan.
Perusahaan berencana meluncurkan pengalaman otonom L4 yang dinamakan Robo pada 2026. Versi ini akan menghadirkan empat chip Turing dengan daya komputasi 3.000 TOPS dan menawarkan dua mode berkendara. Xpeng menegaskan bahwa kemampuan otonom di versi Robo berada di atas model Max dan Ultra yang ada saat ini.
Menurut laporan industri, Xpeng juga menyiapkan tiga model Robotaxi baru yang akan hadir tahun depan. Ketiganya memakai konfigurasi perangkat keras serupa, termasuk sensor tambahan dan prosesor khusus untuk memproses informasi lingkungan secara real-time. Kendaraan L4 tersebut dijadwalkan menjalani uji operasi di beberapa kota besar, termasuk Guangzhou.
Xpeng menambahkan bahwa armada otonomnya akan dilengkapi fungsi interaksi eksternal untuk menampilkan niat berkendara kepada pengguna jalan lain. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dan membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan tanpa pengemudi. Selain itu, kendaraan tersebut akan mendukung SDK terbuka yang dapat diakses mitra global untuk pengembangan aplikasi atau layanan tambahan.
Dengan langkah ini, Xpeng berharap memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam teknologi kendaraan otonom. Perusahaan juga menargetkan kolaborasi internasional guna mempercepat adopsi kendaraan L4 di pasar global. Inisiatif tersebut menunjukkan arah masa depan mobilitas yang semakin mengutamakan kecerdasan buatan, keselamatan, dan efisiensi.
“Baca juga : Retret Siswa Kristen Dibubarkan, Dedi Mulyadi Diminta Bertindak”