
Bagir Pilih Jepang, SM Akui Bangga tapi Kehilangan
Info inspiratif – Ali Bagir resmi memilih Jepang sebagai tujuan baru dalam perjalanan karier basketnya. Pemain berusia 25 tahun itu akan bergabung dengan Shinagawa City Basketball Club dan dijadwalkan menjalani debut pada 27 September 2025. Keputusan ini menjadi langkah penting sekaligus tantangan baru bagi Bagir setelah mencatat berbagai prestasi bersama Satria Muda Pertamina Bandung.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (26/9), Bagir menjelaskan motivasinya. “Perjalanan bersama Satria Muda sangat berarti. Saya banyak belajar di lapangan dan di luar lapangan. Tapi sejak awal saya menargetkan bisa main di luar negeri. Jadi ketika kesempatan di Jepang datang, saya langsung ambil,” ungkapnya.
Selama memperkuat Satria Muda, Bagir menorehkan sejumlah pencapaian. Ia berhasil membawa tim meraih gelar juara IBL All Indonesian 2025 dan empat kali masuk jajaran All Star. Catatan itu menegaskan kontribusi besarnya bagi klub yang dikenal sebagai salah satu kekuatan basket utama di Indonesia.
“Baca Juga: DJI Siap Rilis Kamera Mirrorless Baru dengan Fitur Canggih”
Kepala Pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh, mengakui keputusan Bagir meninggalkan tim adalah kehilangan besar. Namun ia juga menilai langkah tersebut membuktikan kualitas pemain Indonesia yang mampu bersaing di level internasional. “Kontribusi Bagir tiap tahunnya selalu meningkat. Dia punya size, length, kemampuan shooting, dan terutama kemauan berkembang. Itu modal terbesar untuk bertahan di Jepang,” ucap Youbel.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi Bagir adalah adaptasi. “Di sana dia pasti dituntut lebih disiplin. Tapi rasa bangganya luar biasa besar karena Satria Muda bisa mengirim pemain ke luar negeri,” tambahnya.
Managing Director Satria Muda, Christian Ronaldo Sitepu, juga menegaskan dukungan penuh klub terhadap kepergian Bagir. “Sukses untuk Bagir, inilah hasil dari komitmen dan kerja kerasnya. Kami bangga dan sepenuhnya mendukung,” jelasnya.
Dengan kepindahan ini, Bagir menjadi pemain ketiga asal Indonesia yang merumput di Jepang setelah Abraham Damar Grahita dan Brandon Jawato. Kehadiran mereka di kompetisi basket Jepang membuka peluang lebih besar bagi atlet Indonesia untuk menembus panggung internasional.
Bagir juga dinilai memiliki modal lengkap untuk bersaing. Selain kemampuan teknis, ia dikenal disiplin, ulet, dan selalu berusaha mengembangkan diri. Faktor tersebut diyakini akan membantunya melewati proses adaptasi di Negeri Sakura yang terkenal dengan sistem latihan ketat.
Keputusan ini juga memberi dampak lebih luas pada perkembangan basket nasional. Semakin banyak pemain yang berkarier di luar negeri, semakin besar pula peluang transfer ilmu dan pengalaman ke kompetisi domestik. Hal ini berpotensi meningkatkan kualitas liga Indonesia sekaligus memperkuat tim nasional dalam kompetisi regional maupun internasional.
“Baca Juga: OPPO A6 Pro Hadir Tangguh dengan IP69 dan Daya Jumbo”
Penutupnya, langkah Ali Bagir ke Jepang bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga representasi dari meningkatnya kualitas atlet basket Indonesia. Dukungan penuh dari klub dan publik menjadi modal penting untuk keberhasilan perjalanannya. Jika sukses, ia berpeluang menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya yang bercita-cita membawa nama Indonesia ke kancah dunia.