
Ducati Dianggap Beruntung Miliki Marquez di MotoGP
Info inspiratif – Manajer tim Honda MotoGP, Alberto Puig, menilai bahwa Ducati tengah menikmati masa keemasan berkat kehadiran Marc Marquez. Menurut Puig, performa luar biasa Marquez sepanjang musim 2025 menjadi faktor utama dominasi Ducati di kejuaraan dunia MotoGP.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Crash pada Rabu, Puig menyebut Marquez tampil sangat konsisten dan tangguh di setiap seri balapan.
“Marc pantas mendapatkan gelar itu lebih dari siapa pun. Setelah semua yang dia alami—rasa sakit, cedera, dan perjuangan panjangnya—dia telah membuktikan bahwa keputusannya untuk pindah adalah langkah yang tepat,” ujar Puig.
“Ducati juga beruntung memiliki dia, karena Marquez memenangkan begitu banyak balapan,” lanjut Puig.
Keberhasilan Ducati musim ini tidak hanya datang dari kecepatan mesin Desmosedici GP25, tetapi juga dari pengalaman dan naluri balap Marquez yang mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Sejak awal bergabung, Marquez menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap karakteristik motor yang dikenal agresif dan bertenaga besar.
Ke depan, tantangan terbesar bagi Ducati adalah menjaga keseimbangan antara inovasi teknis dan kestabilan tim. Sementara itu, banyak pihak menantikan apakah Marquez mampu mempertahankan performa gemilangnya di musim berikutnya dan membawa Ducati ke level kejayaan baru yang lebih panjang.
“Baca juga : Bulog Menyerap Gabah Petani Rp 6.500 per Kilogram”
“Baca juga : Investor Korea Investasi Rp 1,2 T di Kawasan Transmigrasi Maloy”
Marc Marquez resmi memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang, saat musim masih menyisakan lima seri balapan. Kemenangan ini bukan hanya menjadi gelar ketujuh bagi Marquez, tetapi juga trofi keempat Ducati dalam sejarah kejuaraan dunia kelas utama. Pencapaian tersebut menandai kebangkitan pabrikan asal Italia setelah beberapa musim terakhir mendominasi podium dengan konsistensi luar biasa.
Bagi Marquez, gelar ini menjadi momen emosional setelah enam tahun tanpa juara dunia sejak terakhir kali ia meraihnya pada 2019 bersama Honda. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa keputusan meninggalkan Honda pada 2023 dan bergabung dengan Ducati adalah langkah tepat dalam kariernya.
Meski Marquez tampil dominan dengan kemenangan beruntun di berbagai seri, Puig menegaskan bahwa motor Ducati Desmosedici GP25 tidak jauh lebih unggul dibanding generasi sebelumnya. Keunggulan utama justru datang dari gaya balap Marquez yang agresif namun terukur, serta kemampuannya membaca kondisi lintasan dengan cepat.
Rekan setimnya, Francesco “Pecco” Bagnaia, justru kesulitan menyesuaikan diri dengan karakter GP25. Beberapa kali ia gagal finis di posisi podium akibat kendala stabilitas saat pengereman dan akselerasi keluar tikungan.
Setelah memastikan gelar lebih awal, Marquez harus menepi dari dua seri berikutnya di Australia dan Malaysia akibat cedera bahu yang dialaminya pada Grand Prix Indonesia. Dalam insiden di Sirkuit Mandalika, Marquez kehilangan kendali saat keluar dari tikungan cepat dan mengalami benturan keras.
Pihak Ducati mengonfirmasi bahwa sang juara dunia telah menjalani operasi dengan sukses di Barcelona. Namun, tim belum memberikan perkiraan pasti mengenai waktu pemulihan. Meski demikian, manajemen Ducati menyatakan tidak akan memaksakan kehadiran Marquez sebelum kondisinya benar-benar pulih.
“Baca juga : DPR RI Tegaskan Kasus Keracunan Tak Hentikan Program MBG”