Info inspiratif – Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Italia dan Israel berakhir dengan skor 5-4 untuk Gli Azzurri. Pertandingan sengit di Stadion Nagyerdei, Debrecen, Hungaria, Senin (8/9), menyisakan kontroversi di luar lapangan. Selain aksi tujuh gol dari pemain Italia, dua gol bunuh diri Manuel Locatelli dan Alessandro Bastoni turut membuat jalannya pertandingan penuh drama. Israel sempat memberikan perlawanan ketat lewat dua gol Dor Peretz yang menjaga ketegangan hingga menit akhir.
Namun, kemenangan Italia dibayangi tuduhan serius. Sejumlah pemain Israel mengaku mendapat hinaan verbal dari skuad Italia sepanjang pertandingan. “Mereka menjelek-jelekkan kami sepanjang laga,” ujar beberapa pemain Israel dalam pernyataan usai pertandingan. Tuduhan tersebut memicu reaksi keras publik internasional, terutama karena sensitivitas isu politik dan keamanan yang melibatkan Israel.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak permintaan maaf resmi terkait dugaan tersebut. Menurut mereka, tuduhan itu tidak berdasar dan tidak memiliki bukti kuat. FIGC menyatakan fokus tim nasional seharusnya tetap pada jalannya kompetisi, bukan polemik politik. “Kami menolak permintaan maaf karena tidak ada dasar yang jelas,” ungkap pernyataan resmi FIGC yang dikutip dari media setempat.
“Baca Juga: Ekonomi Indonesia Melambat ke 4,79% pada Kuartal II 2025“
Kasus ini berpotensi menambah tekanan bagi Italia, yang sedang berjuang mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. FIGC sendiri sebelumnya sudah mendapat sorotan publik terkait sikap politik federasi dalam berbagai isu internasional. Dengan kontroversi ini, Italia diprediksi akan menghadapi pengawasan lebih ketat dari FIFA maupun publik global. Situasi ini bisa menjadi tantangan bagi Gli Azzurri dalam menjaga konsentrasi di laga kualifikasi berikutnya.
FIGC TEGAS BANTAH TUDUHAN HINA ISRAEL DI TENGAH KRISIS PALESTINA
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali menegaskan sikapnya usai muncul tuduhan penghinaan terhadap Israel dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Nagyerdei, Debrecen, Hungaria, Senin (8/9), berakhir dengan kemenangan 5-4 untuk Gli Azzurri. Namun, laga penuh drama itu diselimuti kontroversi yang berlanjut di luar lapangan.
Menurut laporan Gazzetta.it, FIGC membantah keras klaim media Israel yang menyebut ada hinaan dari pemain Italia sepanjang laga. FIGC juga menolak permintaan maaf, dengan alasan tuduhan itu tidak memiliki bukti jelas. “Kami menolak tuduhan itu karena tidak didukung fakta konkret,” demikian pernyataan FIGC seperti dikutip dari media Italia.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat krisis Palestina. Saat pertandingan berlangsung, Israel disebut masih melanjutkan serangan ke wilayah Palestina. Kondisi tersebut membuat perhatian dunia tertuju pada isu kemanusiaan, termasuk para suporter Italia yang menunjukkan aksi protes di stadion. Beberapa di antaranya membalikkan badan saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan sebagai simbol solidaritas.
“Baca Juga: Amnesti Bukan Hal Baru, DPR Tegaskan Sudah Pernah Diberikan“
Situasi ini menunjukkan bagaimana sepak bola tidak bisa sepenuhnya terlepas dari konteks politik global. Tuduhan yang dialamatkan kepada Italia juga menyoroti sensitivitas hubungan internasional di tengah konflik yang sedang berlangsung. Ke depan, FIFA kemungkinan akan meninjau laporan resmi dari kedua federasi untuk memastikan apakah benar terjadi pelanggaran. Sementara itu, FIGC menegaskan fokus utama mereka tetap pada jalannya kompetisi dan menjaga performa Gli Azzurri agar tetap konsisten di kualifikasi menuju Piala Dunia 2026.

