
Integritas Kompetisi Terjaga, Perbasi dan IBL Gandeng BNN
infoinspiratif.com – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) dan Indonesian Basketball League (IBL) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Tujuan kolaborasi ini adalah menjaga integritas kompetisi, mencegah penyalahgunaan narkoba, dan memastikan ekosistem pertandingan aman dan profesional.
Kerja sama ini muncul sebagai respons terhadap pelanggaran yang terjadi pada musim sebelumnya. Kepala Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi, Fritz Edward, menekankan pentingnya langkah ini untuk menjaga kualitas kompetisi bola basket nasional.
“Kami tahu pengalaman yang terjadi di tahun 2025, termasuk kasus Jarred Shaw. Kami berharap hal itu tidak terulang di 2026,” ujar Fritz di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis permainan, tetapi juga menekankan nilai etika, disiplin, dan keamanan kompetisi.
Menurut Fritz, kolaborasi dengan BNN akan difokuskan pada pengawasan penggunaan obat-obatan dan zat psikotropika. Pengawasan dilakukan tidak hanya saat pertandingan, tetapi juga dalam aktivitas pendukung liga.
“Langkah ini memastikan peserta kompetisi dan seluruh pihak terkait merasa aman serta adil,” ujar Fritz.
Dengan prosedur pencegahan dan edukasi yang terstruktur, DPP Perbasi dan IBL menargetkan peningkatan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan liga.
Musim 2025 mencatat kasus kontroversial yang menggemparkan IBL. Pemain asing Jarred Shaw dari Tangerang Hawks Basketball ditangkap karena kepemilikan narkoba. Barang terlarang dikirim dari Thailand dan ditujukan kepada pemain asal Amerika Serikat itu.
Kasus tersebut menjadi pelajaran bagi federasi dan operator liga untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan anti-doping serta integritas kompetisi.
Kerja sama DPP Perbasi, IBL, dan BNN diharapkan menghasilkan kompetisi yang:
Fritz menyebutkan, integritas kompetisi adalah fondasi pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Melalui sinergi ini, liga menargetkan pengembangan generasi muda bola basket berkualitas, yang mampu bersaing secara sportif dan profesional.
Selain itu, edukasi dan pengawasan rutin diharapkan mencegah potensi pelanggaran di masa depan, serta membangun kepercayaan publik terhadap kompetisi nasional.
“Kami berharap musim 2026 tidak hanya menyenangkan untuk ditonton, tetapi juga membentuk atlet Indonesia yang kompeten dan bertanggung jawab,” tutup Fritz.
Indonesia menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan zat terlarang dalam olahraga profesional. Integrasi antara federasi, operator liga, dan BNN menjadi strategi utama untuk memastikan kompetisi fair play dan mendorong budaya olahraga bersih.
Kolaborasi ini juga menjadi model bagi cabang olahraga lain, menekankan pentingnya pengawasan etika dan hukum, serta pendidikan anti-narkoba bagi atlet dan staf pendukung liga.