
Marquez Dianggap Tak Terkejar, Stoner Beri Peringatan Pecco
Info inspiratif – Mantan juara dunia MotoGP Casey Stoner menilai Marc Marquez menjadi ancaman terbesar bagi seluruh pebalap musim ini. Menurutnya, Francesco Bagnaia pun menghadapi kesulitan besar untuk menandingi rekan setim barunya di Ducati.
Stoner menjelaskan Marquez berhasil menemukan performa terbaik bersama motor Ducati, sesuatu yang belum mampu dilakukan pebalap lain. Hal ini membuat dominasi juara dunia delapan kali itu semakin terasa di lintasan.
“Saat ini Marc menciptakan masalah yang sama bagi semua orang di paddock, bukan hanya untuk Pecco,” ujar Stoner kepada Sky Italia.
Legenda MotoGP itu menilai kehadiran Marquez di garasi Ducati justru bisa menjadi peluang berharga bagi Bagnaia. Ia menekankan bahwa pengalaman bersaing langsung dengan rider sekelas Marquez dapat menjadi pelajaran penting untuk masa depan.
“Saya pikir ini juga bisa menjadi keuntungan bagi Pecco. Anda selalu belajar di saat-saat terburuk. Jika dia bisa menyerap informasi tahun ini, itu akan berguna untuk musim depan,” tambah Stoner.
Musim 2025 membuktikan dominasi Marquez yang luar biasa. Pebalap asal Spanyol itu memenangi 9 dari 13 balapan utama serta 12 kemenangan beruntun termasuk Sprint Race. Koleksi poinnya kini unggul 142 angka di puncak klasemen.
Menariknya, pesaing terdekat Marquez bukan Bagnaia, melainkan adiknya sendiri, Alex Marquez, yang tampil konsisten bersama Gresini Racing dengan motor Ducati GP24. Fakta ini menegaskan bahwa persaingan internal Ducati semakin ketat.
Dengan tren performa tersebut, Stoner menilai musim depan akan menjadi momentum penting bagi Bagnaia. Ia harus meningkatkan kesiapan mental dan teknis bila ingin mengimbangi laju Marquez yang nyaris sempurna sepanjang musim ini.
” Baca Juga: Xiaomi 15 Pro Layar Canggih dengan Kualitas Premium“
Francesco Bagnaia menghadapi musim sulit di MotoGP 2025 setelah tertinggal jauh dalam perburuan gelar juara dunia. Pebalap Ducati itu kini terpaut 55 poin dari Alex Marquez dan hanya mencatat satu kemenangan musim ini, di Circuit of the Americas (COTA), ketika Marc terjatuh saat memimpin balapan.
Bagnaia yang sukses meraih gelar dunia pada 2023 dan 2024 sebenarnya memulai musim dengan ekspektasi tinggi. Namun, performanya menurun drastis sejak paruh kedua musim. Di Red Bull Ring, Austria, sirkuit yang sebelumnya tiga kali dimenanginya secara beruntun, ia justru finis di posisi kedelapan setelah sempat menempati posisi kedua.
Casey Stoner, mantan juara dunia MotoGP, menilai performa Bagnaia tidak sepenuhnya mengecewakan. Menurutnya, tekanan akibat hadirnya Marc di dalam tim Ducati membuat situasi semakin kompleks.
“Selama Anda terus mencoba dan berusaha, Anda bisa mendapatkan sesuatu,” ujar Stoner.
Stoner menambahkan bahwa Bagnaia masih memiliki peluang untuk bangkit bila mampu menjaga konsistensi. Ia menekankan pentingnya kerja keras, pemahaman teknis, serta mentalitas kuat untuk menghadapi dominasi Marquez yang sedang berada di puncak performa.
Hingga seri ke-13 musim ini, Marc unggul 142 poin di klasemen dengan 12 kemenangan beruntun. Kondisi ini membuat persaingan semakin berat bagi Bagnaia, namun Stoner percaya pengalaman melawan rival sekuat Marquez bisa menjadi bekal penting menghadapi musim depan.
Jika Bagnaia mampu belajar dari tekanan saat ini, peluangnya untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar tetap terbuka lebar.
” Baca Juga: Paket Streaming Terbaru IndiHome untuk Pecinta Film “