
whoosh
infoinspiratif.com – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali mengingatkan para penumpang untuk tiba lebih awal di stasiun, terutama bagi mereka yang akan menggunakan kereta cepat Whoosh. Hal ini dikarenakan pintu masuk atau “gate” menuju kereta Whoosh akan ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan. Aturan ini diterapkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang serta kelancaran operasional kereta.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan informasi ini dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Jumat lalu. Menurut Eva, penutupan gate lebih awal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keterlambatan penumpang yang dapat mengganggu keberangkatan tepat waktu. Salah satu alasan utama penerapan aturan ini adalah karakteristik prasarana stasiun Whoosh yang memiliki jarak cukup jauh antara gate dan kereta. Proses tap-in pun dilakukan lebih cepat agar seluruh penumpang dapat naik dengan aman sebelum kereta berangkat.
Baca juga: “4.148 Pelajar Jakarta Barat Raih Beasiswa Program Indonesia Pintar”
“Pintu gate akan otomatis ditutup 5 menit sebelum jadwal keberangkatan. Misalnya, jika keberangkatan dari Stasiun Halim Jakarta dijadwalkan pukul 10.00 WIB, maka pintu gate akan ditutup pada pukul 09.58 WIB,” ujar Eva Chairunisa.
Aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penumpang sudah berada di dalam kereta sebelum kereta mulai berjalan. Eva menekankan bahwa kereta Whoosh tidak akan menunggu penumpang yang terlambat, meskipun aturan ini tetap memberikan kesempatan bagi penumpang untuk melakukan perubahan jadwal keberangkatan jika mereka ketinggalan kereta.
Bagi penumpang yang ketinggalan kereta, KCIC menyediakan kebijakan reschedule tanpa biaya tambahan. Penumpang yang terlambat masih bisa mengganti jadwal keberangkatan mereka secara gratis, maksimal 15 menit setelah keberangkatan kereta yang tertinggal. Namun, perubahan jadwal ini hanya berlaku untuk kereta yang berangkat pada hari yang sama, bukan di hari lain.
“Misalnya, jika seorang penumpang ketinggalan kereta dengan jadwal pukul 12.00 WIB dan ingin pindah ke kereta yang berangkat pukul 12.30 WIB, maka mereka dapat melakukannya secara gratis, dengan catatan kereta yang mereka pilih masih tersedia,” jelas Eva.
Namun, perubahan jadwal tidak sepenuhnya tanpa biaya. Penumpang yang melakukan reschedule tetap harus menyesuaikan dengan harga tiket yang berlaku untuk jadwal baru mereka. Sebagai contoh, jika harga tiket untuk keberangkatan pukul 12.00 WIB adalah Rp200.000, namun harga tiket untuk keberangkatan pukul 12.30 WIB adalah Rp225.000, penumpang harus membayar selisih harga tiket yang berlaku.
KCIC juga menjelaskan bahwa harga tiket untuk kereta cepat Whoosh mengikuti sistem harga dinamis, yang disesuaikan dengan waktu keberangkatan. Penumpang dapat membeli tiket dengan harga yang berbeda-beda tergantung pada apakah mereka bepergian di jam sibuk atau non-sibuk, serta apakah mereka bepergian pada hari kerja atau hari libur. Sistem ini memungkinkan KCIC untuk mengelola permintaan yang bervariasi sepanjang hari dan memberikan harga yang lebih sesuai dengan kondisi pasar.
Sistem harga dinamis ini tentu perlu diperhatikan oleh penumpang yang berencana untuk mengganti jadwal kereta. Mereka harus memeriksa harga tiket pada waktu yang baru agar tidak terkejut dengan perbedaan harga yang mungkin lebih tinggi pada jam tertentu.
Selain kebijakan mengenai gate, KCIC juga memastikan protokol kesehatan dan keamanan tetap diterapkan dengan ketat di stasiun dan di dalam kereta. Penumpang diharuskan untuk mengikuti prosedur pengecekan yang telah disiapkan oleh petugas, termasuk pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker, sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keamanan perjalanan kereta cepat.
Aturan penutupan gate 5 menit sebelum keberangkatan ini memang bisa membuat beberapa penumpang merasa terburu-buru. Namun, aturan ini juga sangat penting untuk kelancaran operasional Whoosh dan untuk memastikan bahwa semua penumpang dapat menikmati perjalanan yang aman dan tepat waktu. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya KCIC untuk meningkatkan kualitas layanan kereta cepat di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Diharapkan dengan adanya pengingat dan sosialisasi yang lebih intensif tentang penutupan gate ini, penumpang akan lebih disiplin dalam mempersiapkan diri sebelum keberangkatan. Meskipun ada kebijakan reschedule bagi penumpang yang terlambat, tetap disarankan agar penumpang tiba lebih awal di stasiun untuk menghindari ketidaknyamanan.
Ke depannya, KCIC berencana untuk terus memperbaiki layanan dan infrastrukturnya untuk memastikan pengalaman yang lebih nyaman bagi penumpang. Dengan perkembangan pesat di sektor transportasi, diharapkan kereta cepat Whoosh dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat, khususnya yang melakukan perjalanan antarkota dengan waktu yang terbatas.
Selain itu, semakin banyak orang yang mulai memahami pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti jadwal kereta, yang juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan transportasi massal yang ramah lingkungan. Keberhasilan kereta cepat Whoosh bukan hanya bergantung pada kualitas kendaraan dan stasiun, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk mendukung operasional yang efisien.
Dengan adanya kebijakan baru ini, KCIC berharap bisa menjaga ketepatan waktu keberangkatan kereta serta kenyamanan penumpang. Ke depannya, hal ini akan semakin memperkuat posisi Whoosh sebagai solusi transportasi cepat dan efisien di Indonesia.
Baca juga: “KCIC Prediksi Penumpang Whoosh Naik Hingga 25 Persen pada Periode Nataru”