
Jennifer Lawrence
infoinspiratif.com – Aktris pemenang Oscar, Jennifer Lawrence, mengungkap pengalamannya menolak tawaran untuk berperan dalam film Once Upon a Time in Hollywood (2019). Peran Sharon Tate itu akhirnya jatuh ke Margot Robbie, setelah muncul kritik daring yang menilai Lawrence “tidak cukup cantik” untuk memerankan karakter tersebut.
Lawrence menceritakan kisah ini dalam wawancara di podcast Happy Sad Confused. Ia mengatakan bahwa komentar publik di internet sangat memengaruhi keputusan awalnya. “Yah, dia memang menyatakan minatnya, dan kemudian semua orang berkata, ‘Dia tidak cukup cantik untuk memerankan Sharon Tate,’” ujar Lawrence dikutip Variety, Jumat (16/1).
Menurut Lawrence, pernyataan itu sempat membuatnya mempertanyakan kemampuan dan penampilannya. “Saya cukup yakin itu benar. Atau mungkin saya sudah menceritakan kisah ini dengan cara yang sama begitu lama sampai saya sendiri mempercayainya,” katanya.
Baca juga: “BoA putus kontrak dengan SM Entertainment setelah 25 tahun”
Peran Sharon Tate akhirnya diberikan kepada Margot Robbie, yang dinilai memiliki penampilan dan gaya yang lebih mirip dengan Sharon Tate. Saudara perempuan Sharon Tate, Debra Tate, menyatakan kepada TMZ bahwa pilihan Margot didasarkan pada standar pribadinya terkait kemiripan fisik dan pembawaan diri. “Mereka berdua adalah aktris yang sangat berbakat, tetapi pilihan saya adalah Margot,” jelas Debra.
Sebelumnya, Jennifer Lawrence dan Margot Robbie sama-sama dipertimbangkan untuk peran tersebut. Debra menambahkan bahwa meskipun Lawrence adalah aktris berbakat, ia menilai Lawrence tidak sesuai dengan kriteria visual karakter Sharon Tate.
Selain menolak Once Upon a Time in Hollywood, Lawrence juga mengaku menolak tawaran untuk tampil dalam film The Hateful Eight. Ia menyesali keputusan itu, meski tetap mengutamakan pertimbangan pribadi terkait peran yang ditawari. “Saya menolaknya. Saya seharusnya tidak melakukan itu,” ujar Lawrence.
Keputusan Lawrence menolak tawaran tersebut menyoroti tekanan dan ekspektasi di industri Hollywood, khususnya terkait standar kecantikan dan persepsi publik. Banyak aktor dan aktris menghadapi tantangan serupa ketika harus menyeimbangkan pertimbangan artistik dengan opini publik.
Pengalaman Lawrence menolak tawaran film ini menunjukkan betapa kritik media dan komentar daring dapat memengaruhi karier dan pilihan profesional aktor. Lawrence, yang terkenal melalui film Silver Lining Playbook (2012) dan The Hunger Games, menekankan pentingnya fokus pada kualitas akting dan proyek yang sesuai dengan dirinya.
Pengamat industri film menilai kasus ini menjadi pengingat bagi Hollywood bahwa persepsi publik tidak selalu sejalan dengan bakat dan kemampuan akting seseorang. Keputusan Lawrence menolak peran, meski kontroversial, juga memperlihatkan integritasnya dalam memilih proyek yang sesuai dengan standar profesional dan pribadinya.
Jennifer Lawrence membuka percakapan penting tentang tekanan standar kecantikan dalam industri hiburan. Meski kehilangan kesempatan beradu akting dengan Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt, Lawrence tetap dianggap salah satu aktris berbakat Hollywood. Kisah ini juga memberikan wawasan kepada publik mengenai dinamika pengambilan keputusan aktor dan dampak opini publik terhadap industri film.
Baca juga: “Jennifer Lawrence & Josh Hutcherson Duet di The Hunger Games (Lagi)”