
Capaian Anggota DPR Hasanuddin Wahid Dipuji Rektor Unhan
Info inspiratif – Anggota DPR RI Hasanuddin Wahid berhasil meraih prestasi akademik membanggakan setelah dinobatkan sebagai lulusan terbaik program doktoral Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan). Ia menorehkan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98 dengan predikat magna cum laude, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan kedalaman pemahaman terhadap bidang pertahanan.
Rektor Universitas Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Hasanuddin menjadi lulusan terbaik mencerminkan dedikasi, kerja keras, serta komitmen dalam memperdalam ilmu pertahanan yang sangat relevan dengan dinamika keamanan nasional.
Hasanuddin yang juga aktif sebagai anggota legislatif membuktikan bahwa peran ganda sebagai politisi sekaligus akademisi bisa berjalan beriringan. Pencapaian akademiknya menunjukkan komitmen terhadap pengembangan pengetahuan pertahanan yang dapat memberi manfaat lebih luas, tidak hanya dalam lingkup akademis, tetapi juga dalam penyusunan kebijakan negara.
“Baca Juga: Maxus Fokus Inovasi, Absen Luncurkan Mobil Baru di GIIAS 2025“
Program doktoral Ilmu Pertahanan di Unhan sendiri dirancang untuk mencetak pemimpin dengan wawasan strategis dalam menghadapi tantangan global. Materi yang dipelajari mencakup teori pertahanan modern, strategi keamanan nasional, hingga diplomasi pertahanan. Prestasi Hasanuddin menjadi bukti bahwa kalangan legislatif juga dapat berperan aktif dalam memperkuat kapasitas ilmu pertahanan Indonesia.
Rektor Unhan, Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Hasanuddin tidak hanya mencerminkan dedikasi individu, tetapi juga menjadi teladan bagi tokoh publik untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan negara. “Sistem pertahanan semesta itu masyarakat perlu tahu. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 sudah jelas, kita semua wajib membela negara,” ujarnya di Kampus Utama Unhan, Bogor.
Anton menegaskan bahwa keberadaan tokoh publik yang memahami isu pertahanan dapat memperluas cakrawala kebijakan negara. Menurutnya, lulusan Unhan seharusnya mampu menjadi inspirasi bagi pejabat, akademisi, hingga generasi muda untuk lebih terlibat dalam menjaga kedaulatan bangsa. Hal ini penting karena pertahanan negara tidak hanya tugas militer, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh warga negara.
Dalam kesempatan itu, Hasanuddin Wahid mengakui bahwa perjalanan akademiknya tidaklah mudah. “Mempelajari ilmu pertahanan bagi seorang santri tentu bukan hal yang sederhana. Akan tetapi, dengan kesungguhan, Allah memberikan jalan hingga saya bisa meraih hasil terbaik,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah halangan untuk berkontribusi di bidang pertahanan, asalkan disertai tekad kuat dan konsistensi belajar.
Prestasi akademis Hasanuddin juga mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia politik dan pertahanan. Sebagai anggota DPR, ia berpeluang besar mengimplementasikan pengetahuan akademisnya ke dalam perumusan regulasi strategis yang berhubungan dengan keamanan nasional. Kehadiran tokoh legislatif dengan basis ilmu pertahanan dapat menjadi nilai tambah dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ancaman global yang semakin kompleks.
“Baca Juga: Kominfo Susun Aturan Baru Penggunaan AI di Indonesia“