
Dua Rafflesia Arnoldii Mekar Sempurna di Rejang Lebong
Info inspiratif – Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Rejang Lebong, Tedi Riski, mengatakan dua bunga raksasa tersebut mekar sempurna dan satu knop aktif diperkirakan segera menyusul dalam beberapa minggu. Ia menilai keberadaan tiga fase tumbuh sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa ekosistem di wilayah itu terjaga dengan baik.
Menurut Tedi, akses menuju lokasi relatif menantang namun tetap dapat dikunjungi wisatawan. Perjalanan dari Kota Curup berjarak sekitar 25 kilometer dan dapat ditempuh kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah tiba di Desa Selamat Sudiarjo, pengunjung masih harus menempuh jarak tiga kilometer menggunakan motor sebelum berjalan sekitar 20 menit menuju titik mekar.
“Habitat di sini sangat sehat dan produktif. Ini bisa mendukung edukasi lingkungan dan mendorong ecotourism,” ujar Tedi. Ia menilai peluang pengembangan wisata berbasis konservasi cukup besar asalkan jalur menuju lokasi dirawat tanpa mengganggu area tumbuh bunga.
Rafflesia Arnoldii dikenal sebagai bunga dengan ukuran terbesar di dunia, dengan diameter mencapai satu meter. Siklus mekarnya sangat singkat, hanya berlangsung beberapa hari, sehingga setiap kemunculan selalu menjadi objek penelitian dan daya tarik wisata.
Fenomena mekar bersamaan di Rejang Lebong menambah daftar kemunculan Rafflesia di Bengkulu, wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat persebaran spesies tersebut. Ke depan, KPPL berharap kegiatan konservasi dan edukasi masyarakat terus ditingkatkan untuk melindungi habitat alami bunga langka ini.
“Baca juga : UFS 4.0: Teknologi Storage Terbaru di Ponsel Flagship 2025”
Pengunjung yang ingin menyaksikan mekarnya Rafflesia Arnoldii di Desa Selamat Sudiarjo diminta berhati-hati saat memasuki area habitat. Lokasi bunga berada di lembah terjal dengan kemiringan hampir 60 derajat, sehingga jalur menuju titik pengamatan licin dan berisiko.
Ketua KPPL Rejang Lebong, Tedi Riski, mengatakan area sekitar bunga dipenuhi banyak knop Rafflesia yang sangat mudah terinjak. Ia menegaskan bahwa kawasan ini telah menjadi lokasi mekarnya Rafflesia hampir setiap tahun, sehingga pengunjung perlu menjaga kelestarian habitat agar siklus tumbuh bunga tetap terjaga.
Tokoh masyarakat Bermani Ulu, Saikul Latief, menjelaskan bahwa keberadaan Rafflesia di desa tersebut telah diketahui sejak 2019. Saat ini terdapat tujuh lokasi aktif dari sembilan titik habitat yang pernah ada. Dua lokasi lainnya hilang akibat rusaknya tumbuhan inang yang penting bagi pertumbuhan Rafflesia.
Menurut Saikul, Desa Selamat Sudiarjo berpotensi menjadi tujuan wisata alam unggulan jika pemerintah daerah mengelola kawasan tersebut secara profesional. Ia menyebut banyak wisatawan mancanegara telah datang untuk menyaksikan langsung mekarnya bunga raksasa ini, termasuk peneliti dari Oxford University dan pengunjung dari Rusia, India, China, serta Filipina.
“Ini peluang besar bagi daerah. Banyak wisatawan datang hanya untuk melihat bunga ini mekar. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak mengembangkannya,” ujar Saikul.
Fenomena mekarnya Rafflesia hampir setiap bulan menunjukkan kondisi ekologi yang masih sehat, namun juga menuntut perlindungan yang lebih sistematis. Dengan pengelolaan berbasis konservasi, kawasan ini dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
“Baca juga : Laptop Touchscreen Lenovo Terbaik 2025, Mulai Rp9 Juta”