
Eks Dirjen Kemenkeu Dihukum 1,5 Tahun Terkait Jiwasraya
infoinspiratif.com – Prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama masyarakat melakukan pembersihan rumah warga dan jalan desa pascabencana banjir bandang. Kegiatan berlangsung di Desa Tanaki, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Aksi pembersihan dimulai sejak pagi sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak bencana. Banjir bandang sebelumnya menyebabkan akses jalan tertutup dan aktivitas warga terganggu.
Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf. Daniel ES Lalawi mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan wilayah terdampak. TNI hadir untuk membantu masyarakat kembali beraktivitas normal.
“Kegiatan pembersihan ini sebagai respons cepat atas dampak bencana yang mengganggu akses dan aktivitas warga,” ujar Daniel di Manado, Rabu.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat.
Sasaran utama kegiatan difokuskan pada pembersihan material lumpur, sampah, dan puing-puing. Material tersebut menutupi rumah warga dan jalur transportasi desa.
Prajurit TNI bekerja bersama masyarakat secara gotong royong. Kolaborasi ini mempercepat proses pemulihan lingkungan permukiman.
Selain membersihkan rumah warga, tim gabungan juga melakukan normalisasi jalan desa. Jalan tersebut kembali dibuka agar dapat dilalui kendaraan.
Normalisasi akses jalan dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga. Akses yang terbuka memudahkan distribusi bantuan dan kebutuhan sehari-hari.
Daniel menyebutkan, pembukaan akses jalan menjadi prioritas awal pascapembersihan permukiman.
Menurut Daniel, kerja sama antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Sinergi lintas sektor membantu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
“TNI bersama masyarakat bekerja terpadu untuk mempercepat pemulihan kondisi wilayah,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan gotong royong mencerminkan nilai kebersamaan dalam menghadapi bencana. Warga dan aparat saling mendukung di lapangan.
Upaya ini diharapkan membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Pemulihan bertahap menjadi fokus utama pascabencana.
Salah satu prajurit Kodam XIII/Merdeka yang terlibat menegaskan kehadiran TNI sebagai bentuk kepedulian. Prajurit merasa terpanggil membantu warga yang terdampak bencana.
“Kami hadir untuk membantu warga yang terdampak bencana,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, membantu masyarakat merupakan tugas dan tanggung jawab prajurit TNI. TNI harus selalu berada di tengah masyarakat dalam situasi sulit.
Kehadiran prajurit diharapkan mampu meringankan beban warga. Bantuan fisik dan moral menjadi bagian dari proses pemulihan.
Secara keseluruhan, kegiatan pembersihan berjalan aman dan tertib. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Koordinasi antara prajurit, aparat setempat, dan masyarakat berjalan efektif. Setiap pihak menjalankan peran sesuai tugas masing-masing.
Daniel memastikan keselamatan personel dan warga tetap menjadi prioritas. Prosedur keamanan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Kodam XIII/Merdeka berharap sinergi lintas sektor terus terjalin ke depan. Kolaborasi diperlukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana secara menyeluruh.
“Sinergi ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata Daniel.
Pembersihan lingkungan menjadi langkah awal pemulihan. Tahap selanjutnya diharapkan mencakup perbaikan rumah dan infrastruktur dasar.
Dengan dukungan semua pihak, masyarakat Desa Tanaki diharapkan segera bangkit. Pemulihan berkelanjutan menjadi kunci mengembalikan kehidupan normal warga Pulau Siau.