
Kemensos
infoinspiratif.com -Kementerian Sosial membuka peluang keberlanjutan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp900 ribu tahun ini.
Program ini menyesuaikan kondisi anggaran pemerintah dan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan BLTS awalnya adalah inisiasi Presiden untuk menstimulasi daya beli masyarakat akhir tahun lalu.
“Bisa jadi itu (berlanjut), kita lihat situasi dan kebijakan dari Bapak Presiden,” kata Saifullah saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Dia menekankan sifat BLTS memang sementara, namun bisa kembali diberikan jika situasi memungkinkan.
Saifullah menilai peningkatan alokasi anggaran belanja bantuan sosial menunjukkan potensi kelanjutan BLTS.
Kementerian Sosial mencatat telah menggelontorkan lebih dari Rp110 triliun untuk program bantuan sosial reguler dan tambahan, termasuk BLTS.
BLTS senilai Rp900 ribu diberikan untuk triwulan terakhir 2025, yakni Oktober, November, dan Desember.
Program ini berhasil menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai data yang terverifikasi.
Keakuratan data KPM menjadi faktor utama dalam menentukan kelanjutan program BLTS agar tepat sasaran dan efektif.
Selain BLTS, Kemensos terus menyalurkan bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
PKH menyasar sekitar 10 juta KPM, sementara BPNT mencakup lebih dari 17 juta KPM.
Menteri Sosial menjelaskan bahwa untuk kuota bantuan sosial tahun 2026, pemerintah sementara memprioritaskan program reguler PKH dan BPNT.
“Kami tetap fokus memastikan bantuan sosial reguler tepat sasaran sebelum memutuskan kelanjutan BLTS,” kata Saifullah.
Keputusan kelanjutan BLTS akan mempertimbangkan kesiapan anggaran, kondisi ekonomi masyarakat, dan arahan presiden.
BLTS Rp900 ribu berperan mendorong daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Meningkatnya konsumsi keluarga penerima manfaat dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal dan menjaga stabilitas sosial.
Bantuan ini juga menjadi mitigasi sementara terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi pasca-pandemi.
Pengamat sosial menilai keberlanjutan BLTS akan menambah efektivitas program bantuan sosial, tetapi harus diiringi pengelolaan data yang akurat.
Data penerima manfaat yang tepat menjadi kunci agar bantuan tidak tumpang tindih dengan program reguler lainnya.
Kemensos menegaskan program bantuan sosial reguler akan terus berjalan untuk memastikan KPM tetap terbantu.
Keputusan memperpanjang BLTS akan diumumkan setelah evaluasi anggaran dan kesiapan sistem penyaluran bantuan.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari Kemensos untuk mengetahui perkembangan program BLTS dan bantuan sosial lainnya.
Langkah pemerintah dalam memprioritaskan bantuan sosial reguler serta potensi kelanjutan BLTS menjadi indikasi fokus perlindungan sosial di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Dengan evaluasi berkala dan data yang terverifikasi, diharapkan bantuan sosial tetap tepat sasaran dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.