
OJK Ajak Mahasiswa Pahami Manfaat dan Risiko Keuangan
Info inspiratif – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terkait layanan keuangan digital dan risiko kejahatan siber yang menyertainya. Kegiatan ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai fondasi bagi generasi muda dalam memanfaatkan teknologi keuangan secara aman.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka akses layanan keuangan yang semakin luas. Namun, pertumbuhan tersebut juga membawa tantangan besar, terutama meningkatnya potensi kejahatan siber yang menargetkan pengguna pemula.
Dalam pernyataan resminya, Hasan menekankan pentingnya pemahaman mendalam sebelum menggunakan layanan digital. Ia menambahkan bahwa masyarakat harus mempelajari karakteristik, manfaat, dan risiko setiap produk digital agar dapat mengambil keputusan finansial yang bijak.
Program literasi ini hadir seiring meningkatnya minat anak muda pada aset digital. Data survei nasional OJK menunjukkan bahwa kelompok usia 15–30 tahun mendominasi pengguna layanan keuangan digital dan aset kripto di Indonesia. Namun, tingginya minat belum diimbangi tingkat pemahaman yang memadai, sehingga risiko penipuan dan serangan siber semakin besar.
Upaya ini juga mendukung agenda nasional dalam meningkatkan literasi keuangan menjadi 65 persen pada 2027.
Ke depan, OJK berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan inklusif. Edukasi berkelanjutan dinilai sebagai kunci untuk membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi keuangan secara bertanggung jawab.
“Baca juga : Chikita Meidy Dilaporkan Suami karena Pencemaran Nama Baik”
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memperkuat edukasi literasi keuangan digital bagi generasi muda melalui kegiatan OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Acara ini berlangsung secara daring dan luring, dengan lebih dari 600 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan perwakilan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami manfaat layanan keuangan digital sekaligus mengenali risiko yang menyertainya.
Ia menilai, akses keuangan digital berkembang pesat, namun ancaman kejahatan siber tetap menjadi tantangan yang perlu diwaspadai.
Hasan menyampaikan bahwa pemahaman mendalam mengenai aset kripto dan aset keuangan digital sangat dibutuhkan karena karakter produknya yang berfluktuasi. Ia berharap generasi muda mampu memaksimalkan manfaat teknologi finansial dengan tetap mengedepankan keamanan. Menurutnya, edukasi menjadi kunci untuk mencegah kerugian akibat perilaku spekulatif dan kurangnya analisis sebelum bertransaksi.
Ia menegaskan pentingnya prinsip Legal dan Logis atau 2L yang harus selalu diterapkan sebelum memilih produk keuangan. Khoirul mengingatkan bahwa setiap keputusan investasi harus berlandaskan pengetahuan, analisis, dan kehati-hatian agar tidak mudah terjebak oleh penawaran yang mencurigakan.
Khoirul juga menyoroti peningkatan kasus kejahatan finansial yang menargetkan anak muda. Ia menyebutkan beberapa modus yang perlu diwaspadai, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, serta praktik judi online yang sering dibungkus sebagai peluang cepat kaya. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola aset keuangan digital dapat menjadi bekal penting untuk masa depan karier mahasiswa di industri keuangan.
Acara literasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi ekosistem keuangan digital yang terus berkembang. Dengan pengetahuan yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih aman, memahami regulasi, serta menghindari risiko yang dapat mengancam keamanan data dan keuangan mereka. Program ini sekaligus menegaskan peran OJK dalam mendorong pertumbuhan keuangan digital yang inklusif dan bertanggung jawab.
“Baca juga : KPK Amankan 6 Orang di Sumut Terkait Dugaan Suap”