
PBB: 81% Bangunan Gaza Hancur Akibat Serangan Israel
Info inspiratif – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi pada Senin (3/11) bahwa hampir 81 persen bangunan di Jalur Gaza mengalami kerusakan berat hingga total. Data ini diperoleh dari hasil penilaian satelit terbaru yang dilakukan oleh Pusat Satelit PBB, seiring berlanjutnya operasi kemanusiaan di wilayah yang porak-poranda akibat serangan Israel selama dua tahun terakhir.
Haq menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur ini memperburuk kondisi kehidupan jutaan warga sipil, yang kini bergantung penuh pada bantuan kemanusiaan internasional.
Ia menjelaskan bahwa PBB bersama mitra kemanusiaan terus bekerja keras menyediakan akses dasar bagi warga. Selain itu, pekerjaan renovasi juga sedang dilakukan di empat sekolah yang rusak akibat serangan udara berulang.
Analisis satelit PBB menunjukkan bahwa tingkat kerusakan terbesar terjadi di wilayah Gaza bagian utara, di mana ribuan bangunan baru terdampak sejak pertengahan 2025. Kondisi ini menandai krisis infrastruktur terparah di kawasan tersebut dalam dua dekade terakhir.
Kerusakan luas ini tidak hanya berdampak pada fasilitas pendidikan, tetapi juga rumah sakit, tempat ibadah, dan jaringan air bersih. Laporan OCHA menyoroti bahwa lebih dari 1,5 juta warga kini hidup tanpa akses layak terhadap listrik dan air minum. Banyak di antara mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat, bergantung pada bantuan pangan dari badan-badan kemanusiaan internasional.
PBB juga menekankan bahwa pemulihan Gaza akan memerlukan waktu bertahun-tahun dan dukungan keuangan besar dari komunitas global.
“Baca juga : Kapten Timnas Indonesia Dapat Kontrak 4 Tahun di Klub Serie A”
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan terbaru yang mengungkap skala kerusakan masif di Jalur Gaza. Berdasarkan analisis Pusat Satelit PBB, sekitar 81 persen bangunan di wilayah tersebut telah rusak atau hancur akibat serangan militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Dalam keterangan resmi, juru bicara PBB Farhan Haq menjelaskan bahwa tingkat kerusakan di Gaza terus meningkat sejak pertengahan 2025. Wilayah Gaza Utara menjadi area dengan kehancuran terbesar, mencatat hampir 5.700 bangunan baru yang terdampak sejak Juli 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan belum stabil, meskipun berbagai upaya gencatan senjata telah dilakukan.
Lebih lanjut, Haq mengungkapkan bahwa lebih dari 123.000 bangunan telah diidentifikasi hancur total, sementara 50.000 bangunan lainnya rusak berat hingga sedang, dan sekitar 24.000 bangunan kemungkinan mengalami kerusakan ringan. Data ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga infrastruktur Gaza sudah tidak layak huni, termasuk rumah penduduk, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik.
Selain kehancuran fisik, jumlah korban jiwa di Gaza juga meningkat drastis. PBB mencatat bahwa lebih dari 68.000 warga Palestina telah tewas sejak dimulainya serangan Israel pada Oktober 2023. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, sementara puluhan ribu lainnya mengalami luka berat atau kehilangan tempat tinggal.
“Baca juga : Kamal Muara Tanam 40.000 Mangrove untuk Dukung Ekosistem”