
PDIP Tepis Isu Retak Lewat Rangkulan Puan dan Prananda
Info inspiratif– Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menepis isu perpecahan di internal partai dengan menegaskan soliditas antara para kader utama. Pernyataan ini disampaikan menyusul momen hangat saat Puan Maharani dan Prananda Prabowo berpelukan di hadapan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah acara di Bali pada Kamis, 31 Juli 2025.
Menurut Deddy, interaksi antara Puan dan Prananda merupakan hal biasa yang mencerminkan hubungan harmonis dalam keluarga maupun struktur partai. “Kami melihat interaksi antara Mas Prananda dan Mbak Puan sehari-hari sebagai saudara dan sesama pengurus partai tidak pernah ada masalah,” ujarnya di sela kegiatan partai.
Terkait penafsiran publik soal posisi Megawati yang tidak berada di tengah dalam foto yang beredar, Deddy menilai hal itu berlebihan. “Spekulasi itu ranahnya di warung kopi. Foto itu sangat menyenangkan dari sudut mana pun, tidak perlu ditarik ke urusan lain,” tegasnya.
“Baca juga: Francesco Bagnaia Menembus Rekor Kemenangan dengan Ducati“ [2]
Menjelang Kongres PDI Perjuangan, situasi internal partai dinilai tetap solid tanpa tanda perpecahan di pucuk kepemimpinan. Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai momen kebersamaan antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo merupakan simbol kuat persatuan. Menurutnya, hal ini memberi sinyal jelas kepada kader bahwa PDIP tetap kompak menghadapi agenda politik besar.
“Simbol politisnya adalah adanya kesolidan dan kekompakan, sehingga simbol ini memberi pesan kepada kader-kader banteng bahwa tidak ada masalah di pucuk pimpinan partai,” jelas Ari Junaedi saat dihubungi secara terpisah.
Ia juga menekankan bahwa menjelang Kongres, tidak terlihat adanya faksi internal seperti yang kerap diasumsikan publik. Foto kebersamaan antara dua tokoh kunci itu menyiratkan tidak adanya dikotomi antara kubu “situation room” yang diasosiasikan dengan Prananda dan faksi “Senayan” yang dipimpin Puan.
“Tidak ada pemilahan kubu situation room maupun faksi Senayan. Semuanya lebur menjadi satu sebagai keturunan biologis maupun ideologis Soekarno,” tegasnya.
Pernyataan Ari memperkuat penegasan sebelumnya dari elite PDIP, termasuk Deddy Sitorus, yang menyatakan tidak ada konflik internal antara kedua tokoh. Kebersamaan mereka dinilai penting untuk menjaga stabilitas partai menjelang forum strategis seperti Kongres Nasional.
Situasi ini menegaskan bahwa PDIP tengah mempersiapkan diri dengan struktur kepemimpinan yang rapi dan solid. Ketiadaan konflik internal memberi sinyal positif bahwa partai siap melanjutkan konsolidasi politik nasional dengan kekuatan penuh dan arah yang jelas.
“Simak juga: Adian Napitupulu Kritik Pengungkapan Kasus Harun Masiku oleh KPK” [4]