
Prabowo Kunjungi Australia, Bahas Kerja Sama Strategis Baru
Info inspiratif – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Sydney, Australia, pada Selasa siang melalui Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kunjungan resmi ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia melalui pertemuan langsung dengan Perdana Menteri Anthony Albanese.
Selain pertemuan bilateral, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn. Dalam agenda tersebut, Presiden akan disambut secara resmi sebagai Kepala Negara Republik Indonesia.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk memperkuat fondasi kemitraan yang telah terjalin lama. Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia sudah berlangsung sejak tahun 1949 dan terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama, seperti kemitraan ekonomi komprehensif (IA-CEPA) dan kolaborasi dalam bidang pertahanan, energi, hingga pendidikan tinggi.
Pemerintah berharap hasil pertemuan ini dapat menghasilkan kesepahaman baru yang membawa manfaat konkret bagi kedua negara di masa depan.
“Baca juga : Teknologi Belanda Lindungi PIK 2 dari Banjir Jakarta”
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan balasan atas kedatangan Perdana Menteri Anthony Albanese ke Jakarta pada Mei lalu, hanya sehari setelah ia terpilih kembali sebagai pemimpin Australia. “Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Perdana Menteri Albanese ke Jakarta pada bulan Mei lalu,” kata Teddy.
Dalam penerbangan menuju Sydney, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Seskab Teddy. Setibanya di Australia, Presiden dijadwalkan menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn, serta mengadakan pertemuan tête-à-tête dengan PM Albanese untuk membahas arah baru kerja sama strategis kedua negara.
“Yang dibicarakan kalau di tingkat kepala negara sifatnya umum, terkait kerja sama di bidang ekonomi,” ujar Sugiono.
Kunjungan kenegaraan ini dijadwalkan berlangsung hanya satu hari. Presiden Prabowo akan langsung kembali ke Indonesia setelah seluruh agenda selesai. Setibanya di Tanah Air, ia dijadwalkan menerima kunjungan Raja Yordania Abdullah II di Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian diplomasi luar negeri Indonesia yang padat menjelang akhir tahun.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Australia kali ini juga melengkapi serangkaian agenda internasional yang telah dijalaninya dalam beberapa pekan terakhir.
“Baca juga : Rumah Flat di Menteng Jadi Tren Properti Viral, Ini Faktanya”