
Prabowo Perintahkan Penambahan Anggaran Bencana Bila Perlu
Info inspiratif – Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya menambah alokasi Dana Siap Pakai dalam APBN apabila diperlukan untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Instruksi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh proses tanggap darurat berjalan cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan instruksi Presiden tersebut setelah jumpa pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa Prabowo mengarahkan kementerian dan lembaga terkait untuk segera menambah kebutuhan anggaran jika diperlukan. Prasetyo menegaskan bahwa arahan ini juga berlaku untuk TNI dan Polri yang menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di berbagai wilayah.
“Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung apabila ada perlu dilakukan penambahkan, maka akan dilakukan penambahan. Dan ini juga termasuk berlaku kepada beberapa kementerian atau lembaga terkait, misalnya TNI dan kepolisian,” ujar Prasetyo. Ia menambahkan bahwa TNI dan Polri membutuhkan dukungan anggaran yang memadai karena peran besar mereka dalam evakuasi, distribusi logistik, serta pengamanan wilayah terdampak bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo memastikan bahwa pemerintah pusat terus memberikan dukungan penuh untuk penanganan bencana di tiga provinsi tersebut. Ia menekankan bahwa seluruh upaya dilakukan secara masif dengan fokus pada kecepatan dan efektivitas. Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, serta berbagai lembaga kemanusiaan untuk mengoptimalkan bantuan.
“Baca juga : 2 PC Handheld Terbaik 2025: Ringkas tapi Kuat untuk Gaming”
Pejabat pemerintah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah efektivitas penanganan di lapangan. “Yang paling penting adalah penanganannya. Sejak bencana di Aceh, Sumut, maupun Sumbar, seluruh sumber daya nasional bekerja keras untuk melakukan penanganan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa semua unsur pemerintah, mulai dari kementerian dan lembaga, hingga TNI dan Polri, telah berkonsolidasi untuk mendukung percepatan respons.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memberikan dukungan penuh, termasuk dukungan anggaran, guna memperkuat operasi penanganan bencana. “Pak Presiden langsung berikan instruksi kepada kami melapis sepenuhnya proses penanganan bencana yang menimpa saudara-saudara kita,” katanya. Arahan ini memastikan bahwa setiap kebutuhan operasional dapat terpenuhi tanpa hambatan birokrasi.
Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berjalan optimal. Distribusi kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi dipastikan tetap tersedia dan tersalurkan ke titik-titik terdampak. Ia menjelaskan bahwa pasokan pangan nasional dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga provinsi. Selain itu, Pertamina terus menyalurkan BBM ke wilayah terdampak untuk mendukung mobilitas dan operasi penyelamatan.
Pada wilayah yang masih terisolasi akibat terputusnya akses darat, pemerintah menyalurkan BBM dan logistik melalui jalur udara. Metode ini digunakan untuk menjangkau daerah yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi cuaca yang menghambat transportasi darat. Langkah ini menjadi bagian strategi darurat untuk memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terabaikan.
Banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 menimbulkan dampak besar bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 3 November 2025, jumlah korban jiwa mencapai 804 orang, sementara 634 lainnya masih dinyatakan hilang. Angka ini menunjukkan skala bencana yang sangat besar dan menjadi dasar percepatan tindakan pemerintah.
“Baca juga : Internet 100 Mbps Di Indonesia, Kapan? Ini Progres Terkini!”