Kebakaran hebat melanda Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa siang, menewaskan 22 orang. Api melanda lantai dasar dan berhasil dikendalikan sebelum merambat ke lantai atas, sehingga lantai 2, 3, dan seterusnya tetap aman. Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara.
Menurut Bayu, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan dapat dipadamkan petugas tepat pukul 13.41 WIB. Waktu respons petugas dari menerima laporan hingga mulai memadamkan api hanya tujuh menit, menunjukkan kecepatan penanganan yang cukup cepat. Meski demikian, dampak kebakaran ini sangat fatal karena menelan 22 korban jiwa.
Kondisi korban tewas dilaporkan utuh dan masih dapat dikenali. Kombes Polisi Rochmad, Kabid Fisika dan Komputer Forensik (Fiskomfor) Puslabfor Bareskrim Polri, menyatakan pemeriksaan DNA tidak diperlukan karena identifikasi korban bisa dilakukan secara visual. “Seyogyanya kami melakukan pemeriksaan DNA, tapi kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali,” ujarnya.
Hingga kini, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Labfor Polri terkait titik api dan dugaan penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Pihak berwenang belum bisa menyampaikan kesimpulan awal terkait penyebab kebakaran.
Kebakaran ini menjadi peringatan penting bagi pemilik bangunan bertingkat di Jakarta, khususnya ruko komersial. Jalur evakuasi yang jelas dan sistem penanggulangan kebakaran yang memadai menjadi hal krusial untuk keselamatan penghuni. Pemerintah DKI Jakarta menegaskan komitmen menanggung biaya pemakaman korban dan perawatan luka, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warga terdampak.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapan mitigasi kebakaran, terutama di gedung komersial yang padat aktivitas. Evaluasi regulasi keselamatan bangunan dan peningkatan kesadaran pemilik usaha akan menjadi langkah penting mencegah tragedi serupa di masa depan. Pemerintah dan aparat terkait berencana memperketat inspeksi keselamatan agar kebakaran yang merenggut banyak korban tidak terulang.
“Baca juga : BPKH Limited Salurkan Uang Konsumsi ke Jemaah Haji”

