
Presiden Prabowo Terima Bantuan Tak Lagi Dilempar Heli
Info inspiratif – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto terkait distribusi bantuan ke daerah terisolir di Aceh. Metode baru menggunakan “sling rope” memastikan bahan pangan tetap utuh dan berkualitas saat diterima pengungsi.
Rapat koordinasi berlangsung di Posko Terpadu Penanganan Bencana, Pangkalan Udara TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu malam. Presiden menanyakan langsung soal mekanisme penyaluran bantuan ke wilayah sulit dijangkau. Kepala BNPB menjelaskan, “Semuanya sudah didorong logistik pakai udara, baik didaratkan helinya maupun secara airdrop.”
Presiden menindaklanjuti dengan pertanyaan mengenai penggunaan payung saat airdrop. Letjen Suharyanto menegaskan, “Ada yang pakai payung. Jadi kami tidak ada bantuan yang dilempar ke bawah, Bapak.” Pernyataan ini menekankan keselamatan dan kualitas bantuan tetap terjaga.
Selain bahan pangan, BNPB beberapa hari lalu juga menurunkan genset mobile PLN berkapasitas 250 kWh untuk rumah sakit di Kota Takengon, Aceh Tengah. Bantuan ini mendarat dengan aman menggunakan helikopter, memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan meski berada di lokasi terpencil.
Distribusi bantuan menggunakan metode sling rope menjadi inovasi penting dalam tanggap darurat bencana. Pendekatan ini memungkinkan logistik besar dan sensitif diterjunkan dengan presisi, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan saat mendarat di daerah terisolir.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya koordinasi antara BNPB, TNI, dan pihak terkait agar bantuan cepat sampai, tepat sasaran, dan berkualitas. Langkah ini diharapkan meringankan beban pengungsi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana alam.
Ke depan, metode distribusi logistik ini akan terus diterapkan dan disesuaikan dengan karakteristik medan di berbagai daerah rawan bencana. Pendekatan inovatif ini sekaligus menjadi model bagi penyaluran bantuan darurat yang lebih efektif dan aman di seluruh Indonesia.
“Baca juga : BYD Luncurkan Sealion 8, Penantang Serius Hyundai Ioniq 9”
Presiden Prabowo Subianto memuji laporan Kepala BNPB terkait distribusi bantuan ke wilayah Aceh yang masih terisolir pascabanjir. Rapat koordinasi di Lanud Sultan Iskandar Muda juga dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
KSAU Tonny menjelaskan, TNI AU menyiapkan tiga jenis pesawat untuk penerjunan bantuan: Hercules, CN295, dan CASA C-212. Untuk CN295 dan CASA C-212, digunakan metode helibox berisi sekitar lima kilogram barang yang didorong hingga jatuh dengan berputar, sehingga aman dan tidak rusak.
Sementara Hercules digunakan untuk paket bantuan lebih berat, masing-masing 150–160 kilogram. Setiap bundle diterjunkan menggunakan parasut personel TNI yang sudah kedaluwarsa, memastikan keamanan dan presisi penurunan. “Sudah dilaksanakan 700 helibox kita dropping, masih ada 500 helibox kotaknya kita cetak baru lagi,” ujar Tonny.
Distribusi logistik ini menjadi penting karena masih ada lebih dari 700 desa atau gampong yang terisolir akibat banjir bandang di Aceh. Sebanyak 232 gampong berada di Bener Meriah, 295 di Aceh Tengah, dan 216 di Aceh Tamiang.
Selain airdrop, tim gabungan Kementerian Pekerjaan Umum dan TNI terus menembus daerah terisolir dengan alat berat. Pemasangan jembatan bailey juga dilakukan untuk menggantikan sementara jembatan yang putus atau ambles, memperlancar distribusi bantuan dan mobilitas warga.
Metode airdrop helibox dan bundle Hercules menunjukkan inovasi dan kesiapsiagaan TNI AU dalam tanggap darurat bencana. Pendekatan ini menjamin logistik sampai ke penerima dengan aman, sekaligus meminimalkan kerusakan barang.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara BNPB, TNI, dan kementerian terkait agar bantuan tepat sasaran dan efektif. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir serta meningkatkan ketahanan nasional menghadapi bencana di masa depan.
“Baca juga : Pengamat Menilai Formasi Timnas U23 Sudah Ideal”