
Kunang-kunang
infoinspiratif.com – Raya Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, meluncurkan program eksplorasi kunang-kunang dan keanekaragaman hayati. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi flora dan fauna.
“Upaya konservasi tidak hanya terfokus pada perlindungan kawasan, tapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif,” kata Direktur Kebun Raya Bedugul, Marga Anggrianto, Rabu.
Petualangan unik ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 Wita, periode transisi siang ke malam yang merupakan waktu aktif serangga krepuskular.
Peserta akan menyusuri beberapa titik di kawasan hutan Kebun Raya, termasuk area Danau Beratan, hutan tropis, dan Taman Panca Yadnya. Aktivitas ini memungkinkan masyarakat belajar sambil menikmati keindahan alam dan fenomena bioluminesensi.
Dalam eksplorasi tersebut, pengunjung dapat menemukan beberapa jenis kunang-kunang, antara lain Lamprigera species pluralis dan Abscondita Spp. Populasi kunang-kunang paling melimpah ditemukan di sekitar Danau Beratan dan Taman Panca Yadnya.
Marga Anggrianto menjelaskan kemunculan kunang-kunang menandakan kondisi iklim stabil, ditandai kelembaban tinggi, suhu sejuk, sirkulasi udara baik, dan minim cahaya buatan. Kondisi ini menciptakan habitat ideal bagi serangga bercahaya alami tersebut.
Cahaya yang dipancarkan kunang-kunang berasal dari bioluminesensi, yaitu reaksi kimia alami dalam tubuh serangga yang hampir tidak menghasilkan panas. Fungsi cahaya ini terutama untuk komunikasi dan proses reproduksi, sekaligus memberikan nilai edukatif bagi pengunjung.
Baca juga: “Sekolah Islami Modern Internasional Dibangun Nurdin Halid”
Tak hanya kunang-kunang, program ini juga menampilkan fauna malam lain, termasuk amfibi, reptil, burung, serta berbagai jenis serangga. Semua aktivitas berlangsung dengan latar vegetasi hutan tropis yang masih terjaga, menambah pengalaman edukatif bagi masyarakat.
Eksplorasi dilakukan bekerja sama dengan komunitas Nusantara Wilderness. Bella Evanglista, perwakilan komunitas, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar melihat satwa. “Peserta juga memahami bagaimana ekosistem bekerja menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
Program ini menegaskan peran kebun raya dalam perlindungan habitat alami sekaligus mengajak masyarakat aktif menjaga keanekaragaman hayati.
Program ini memberi manfaat ganda: edukasi masyarakat tentang konservasi dan penelitian ilmiah terkait serangga krepuskular. Dengan cara ini, pengelola Kebun Raya Bali berharap masyarakat lebih peduli terhadap pelestarian alam dan dapat mengaplikasikan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan seperti ini juga mendorong generasi muda untuk memahami hubungan antara makhluk hidup dan habitatnya. Kehadiran kunang-kunang sebagai indikator lingkungan sehat menekankan pentingnya menjaga kualitas udara, cahaya, dan kelembaban di kawasan konservasi.
Marga Anggrianto menambahkan, program ini akan terus dikembangkan dan dievaluasi untuk meningkatkan pengalaman edukatif dan penelitian biologi lapangan. Ia berharap partisipasi masyarakat bisa memperkuat upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Bali.
Baca juga: “Mengapa Kita Semakin Jarang Melihat Kunang-kunang? Simak Penjelasannya Berikut Ini!”