
Sertifikasi Pengemudi Transjakarta Kini Dievaluasi Rutin
Info inspiratif – Komisi B DPRD DKI Jakarta menekankan perlunya evaluasi lebih rutin terhadap kelayakan armada Transjakarta serta sertifikasi pengemudi. Selama ini, evaluasi dilakukan setiap tiga tahun sekali. Ketua Komisi B, Nova Harivan Paloh, menilai jangka waktu tersebut terlalu lama dan berpotensi menurunkan standar keselamatan layanan transportasi publik.
“Ke depannya memungkinkan untuk per enam bulan, atau per setahun,” ujar Nova saat rapat di Jakarta, Selasa. Menurutnya, Transjakarta melayani jutaan warga DKI dan sekitarnya, sehingga keselamatan penumpang maupun pengemudi tidak boleh dikompromikan.
Dengan evaluasi berkala, kondisi armada, keterampilan mengemudi, hingga faktor kesehatan pengemudi dapat dipantau lebih optimal. DPRD menilai pendekatan ini bukan hanya untuk mencegah kecelakaan, tetapi juga memastikan kualitas layanan transportasi massal.
Selain kelayakan kendaraan, Nova menekankan pentingnya sertifikasi pengemudi yang diperbarui lebih sering. Ia menyebut evaluasi harus meliputi tes keterampilan mengemudi, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, hingga tes psikologi. “Harus ada evaluasi berkala. Pengecekan tentang bagaimana kelayakan mereka mengemudi, termasuk aspek kesehatan,” tegasnya.
“Baca Juga: Google Didenda Rp56 Triliun oleh Uni Eropa soal Iklan”
Kondisi kesehatan dan faktor kelelahan pengemudi juga menjadi sorotan. DPRD DKI meminta adanya fasilitas ruang istirahat di beberapa lokasi strategis agar pengemudi dapat beristirahat dengan baik. Dengan langkah ini, risiko kecelakaan akibat human error bisa ditekan secara signifikan.
Langkah evaluasi rutin dan perbaikan sistem sertifikasi ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keselamatan publik. Jika diterapkan konsisten, upaya ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Transjakarta sebagai moda transportasi andalan ibu kota.
Setiap pengemudi yang bertugas di layanan Transjakarta diwajibkan memiliki sertifikasi pengemudi angkutan umum. Kebijakan ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, sebagai langkah memastikan kualitas dan keselamatan transportasi publik di ibu kota.
Menurut Syafrin, sertifikasi menjadi standar kompetensi penting bagi para pengemudi sebelum mereka resmi bertugas. Program sertifikasi ini dapat diperoleh melalui lembaga pendidikan transportasi resmi seperti Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi maupun Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal. Kedua institusi ini dikenal sebagai pusat pendidikan yang berfokus pada peningkatan kompetensi di bidang transportasi darat.
“Baca Juga: Nepal Blokir Akses ke Facebook dan Sejumlah Media Sosial”
Kewajiban sertifikasi tersebut bertujuan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memastikan para pengemudi memahami aspek keselamatan berkendara. Hal ini sangat penting mengingat Transjakarta melayani jutaan penumpang setiap harinya di berbagai koridor utama Jakarta.