
Tim SAR Cari 2 WNA Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono
infoinspiratif.com – Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap dua warga negara asing (WNA) yang dilaporkan hilang setelah erupsi mendadak Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Hingga hari ketiga pasca-kejadian, personel di lapangan memperluas radius penyisiran guna menemukan titik terang keberadaan para pendaki tersebut. Operasi ini melibatkan koordinasi ketat antara Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat lokal untuk menghadapi tantangan medan yang tertutup material vulkanik.
Peristiwa ini bermula ketika Gunung Dukono mengeluarkan abu vulkanik tebal pada ketinggian ribuan meter secara tiba-tiba. Saat aktivitas vulkanik meningkat, tercatat ada 16 pendaki yang berada di kawasan puncak, termasuk rombongan WNA tersebut. Tim evakuasi berhasil menyelamatkan 14 orang tak lama setelah erupsi terjadi, namun dua orang lainnya terpisah dari rombongan saat mencoba turun melewati jalur pendakian yang tertutup kabut abu.
Baca Juga : Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pakai Celurit di Cengkareng
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan menyatakan bahwa kendala utama di lapangan adalah ketebalan abu yang menutupi jejak pendakian serta status gunung yang masih fluktuatif. “Kami membagi tim menjadi tiga unit sektor untuk menyisir area lereng timur dan utara yang menjadi titik terakhir korban terlihat,” jelas pihak berwenang dalam keterangan resminya. Tim penyelamat kini dibekali peralatan navigasi canggih dan masker respirator khusus untuk mengantisipasi paparan gas beracun dari kawah.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang sering mengalami erupsi menerus. Otoritas setempat sebenarnya telah mengeluarkan larangan mendaki hingga radius 3 kilometer dari kawah aktif. Pelanggaran terhadap batasan zona bahaya ini sering kali menjadi faktor utama terjadinya insiden pendaki hilang atau terjebak saat terjadi letusan mendadak.
Baca Juga : BNI Dukung Melodia 2026 Al-Izhar, Perkuat Digitalisasi Sekolah
Ke depannya, Pemerintah Daerah berencana memperketat pengawasan di pintu masuk jalur pendakian dan mewajibkan setiap wisatawan asing menggunakan jasa pemandu berlisensi. Sinergi antara pemantauan aktivitas seismik dan kesadaran pendaki sangat krusial untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali. Fokus saat ini tetap pada keselamatan personel SAR dan harapan agar kedua korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat sebelum kondisi cuaca memburuk.