
TNI Kuasai Kembali Kampung dari OPM di Intan Jaya
Info inspiratif – Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Habema berhasil merebut kembali Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang sebelumnya dikuasai kelompok separatis bersenjata OPM Kodap VIII/Soanggama. Operasi pembebasan tersebut berlangsung pada Rabu (15/10) dan menjadi salah satu upaya TNI dalam mengembalikan keamanan wilayah yang sempat dikuasai kelompok bersenjata.
Menurut laporan, pasukan TNI memulai pergerakan ke wilayah Soanggama pada pagi hari untuk menjalankan misi pembebasan. Namun, ketika personel mendekati area kampung, kelompok OPM langsung melancarkan serangan bersenjata sehingga terjadi kontak tembak di sekitar pemukiman warga.
Pertempuran berlangsung cukup intens, namun pasukan TNI berhasil menguasai situasi dan memaksa kelompok OPM mundur meninggalkan posisi mereka. Setelah situasi aman, TNI segera melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat.
Perebutan kampung ini menjadi langkah penting dalam mengamankan jalur logistik dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di Papua.
“Kami memastikan seluruh warga dalam keadaan aman dan akan terus menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut,” tambah Iwan.
Pasukan gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan humanis sekaligus memastikan tidak ada lagi kelompok separatis yang menguasai wilayah pemukiman.
Ke depan, TNI akan memperkuat patroli dan pengawasan di sekitar Intan Jaya untuk mencegah infiltrasi ulang oleh kelompok OPM. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga direncanakan menyalurkan bantuan logistik dan pemulihan infrastruktur guna memulihkan kehidupan warga pasca-operasi.
“Baca juga : Wamen Stella: Siswa Miskin Berprestasi Bisa Sekolah Garuda”
Situasi keamanan di salah satu wilayah di Papua berhasil dikendalikan oleh TNI setelah terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Insiden tersebut terjadi pada Jumat (17/10) sekitar pukul 12.00 WIT. Dalam operasi itu, pasukan gabungan TNI berhasil memukul mundur kelompok OPM yang sebelumnya sempat menguasai sebuah desa strategis di wilayah pegunungan.
“Pada pukul 12.00 WIT situasi berhasil dikuasai dan kelompok OPM berhasil dipukul mundur,” kata Iwan saat memberikan keterangan resmi.
Iwan menegaskan bahwa seluruh warga sipil di desa tersebut berhasil diamankan tanpa korban jiwa. Proses evakuasi dan pemeriksaan pascaoperasi dilakukan secara hati-hati oleh satuan gabungan TNI untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan. Keberhasilan operasi ini, menurutnya, menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus melindungi masyarakat dari gangguan kelompok bersenjata.
“Dengan adanya penindakan ini, TNI kembali membuktikan dedikasinya dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat dari teror bersenjata,” tegas Iwan. Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah lanjutan akan difokuskan pada stabilisasi keamanan dan pemulihan aktivitas warga di kawasan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, aparat keamanan intens meningkatkan patroli dan operasi di sejumlah wilayah Papua yang rawan aktivitas separatis bersenjata. Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan, lebih dari 50 kontak senjata antara aparat dan kelompok OPM terjadi sepanjang tahun 2025, dengan sebagian besar berakhir dengan keberhasilan aparat dalam menguasai situasi.
Keberhasilan terbaru ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
“Baca juga : Menteri Keuangan Kejar 200 Penunggak Pajak, Potensi Rp60 T”