
Trump Ancam Batalkan Perjanjian Dagang Jika Kalah Tarif
Trump menegaskan, jika pemerintahannya kalah dalam gugatan tarif, maka kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan berpotensi dibatalkan. Menurutnya, keputusan pengadilan banding pekan lalu yang menyatakan banyak tarif tidak sah akan menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Serikat.
“Kita membuat kesepakatan dengan Uni Eropa di mana mereka membayar kita hampir satu triliun dolar. Mereka senang dengan kesepakatan ini. Namun, saya rasa kita harus membatalkannya jika kasusnya kalah di MA,” ujar Trump kepada wartawan.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal pertama Trump yang secara eksplisit menghubungkan putusan hukum dengan keberlangsungan perjanjian dagang yang sudah dinegosiasikan secara terpisah. Padahal, perjanjian tersebut sebelumnya dianggap sebagai capaian diplomasi ekonomi penting bagi Washington.
Pakar perdagangan menilai ancaman Trump bisa menimbulkan ketidakpastian di pasar global. Bea masuk sebenarnya dibayar oleh importir AS, bukan perusahaan asal luar negeri, sehingga dampaknya lebih banyak dirasakan konsumen domestik. Jika pembatalan perjanjian benar terjadi, hubungan dagang AS dengan mitra strategisnya dapat mengalami tekanan serius.
Baca Juga : “Pratama Arhan Resmi Ceraikan Azizah Salsha di Pengadilan“
Ke depan, putusan MA akan menjadi kunci apakah tarif impor yang dicanangkan Trump tetap berlaku atau harus dicabut. Jika Mahkamah Agung memenangkan pemerintah, maka kesepakatan dagang bisa tetap berjalan. Namun jika sebaliknya, kemungkinan pembatalan perjanjian bisa memicu gelombang ketidakstabilan dalam perdagangan internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan potensi pembatalan sejumlah perjanjian dagang penting jika pemerintahannya kalah dalam gugatan tarif di Mahkamah Agung (MA). Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Putih pada Rabu (3/9), menimbulkan spekulasi baru soal arah kebijakan perdagangan AS.
Trump menyebut kesepakatan dengan Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan bisa dibatalkan jika tarif yang diberlakukan dinyatakan tidak sah. “Kita membuat kesepakatan dengan Uni Eropa di mana mereka membayar kita hampir satu triliun dolar. Namun, saya rasa kita harus membatalkannya jika kasusnya kalah di MA,” kata Trump kepada wartawan.
Para ekonom memperingatkan, pencabutan tarif berisiko memicu inflasi di Amerika Serikat. Putusan pengadilan banding pekan lalu menilai tarif “timbal balik” yang diluncurkan sejak April, serta bea masuk tambahan terhadap China, Kanada, dan Meksiko, tidak sah secara hukum.
Pakar perdagangan berpendapat, komentar Trump terkait biaya pencabutan tarif dimaksudkan untuk meyakinkan MA bahwa kebijakan tersebut penting bagi stabilitas ekonomi. Mereka menilai, tanpa tarif, pasar AS bisa menghadapi guncangan harga dan ketidakpastian rantai pasok global.
Mayoritas hakim MA yang ditunjuk dari Partai Republik, dengan komposisi 6–3, dinilai memberi Trump peluang mempertahankan sebagian tarif. Namun, putusan pengadilan banding dengan suara 7–4 menunjukkan perlawanan hukum yang kuat. Para ahli hukum menegaskan, hasil akhirnya sulit diprediksi karena sifat kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Senator Ron Wyden dari Partai Demokrat menilai komentar Trump justru memperkeruh situasi. “Pemerintahan Trump tidak dapat menyampaikan ceritanya dengan jelas tentang apakah kesepakatan perdagangannya akan efektif jika tarif dicabut,” ujar Wyden.
Baca Juga :”Sinopsis Series Peacemaker Season 2, Aksi Baru Dimulai“
Keputusan MA nantinya akan menjadi faktor penentu bagi masa depan perjanjian dagang AS. Jika tarif dibatalkan, hubungan dagang dengan mitra utama bisa terguncang dan pasar global menghadapi ketidakpastian. Namun jika dipertahankan, risiko inflasi tetap menghantui perekonomian domestik. Situasi ini menjadikan Amerika Serikat berada di persimpangan antara melindungi pasar dalam negeri dan menjaga stabilitas hubungan dagang internasional.