
KKP Dorong Ekspor Arwana Super Red Kalbar Tingkatkan Devisa
Info inspiratif – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekspor ikan arwana super red asal Kalimantan Barat. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat devisa negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya berkelanjutan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menjelaskan bahwa arwana super red telah menembus pasar internasional dan kini diekspor ke 14 negara. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan kualitas budidaya arwana Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
“Arwana super red adalah ikon ikan hias kebanggaan Indonesia. Permintaan internasional terus meningkat, termasuk dari pasar baru seperti Sri Lanka dan Suriname,” kata Koswara di Jakarta, Jumat.
KKP menilai keberhasilan ekspor arwana super red tidak hanya berdampak pada penambahan devisa, tetapi juga membuktikan kualitas pengelolaan sumber daya perikanan bernilai tinggi di Indonesia. Permintaan internasional untuk ikan hias unggulan ini terus meningkat, khususnya dari negara-negara Asia, serta mulai merambah pasar baru seperti Sri Lanka dan Suriname.
Koswara menyebut arwana super red sebagai ikon ikan hias Indonesia yang memiliki daya tarik kuat di pasar global. Menurutnya, tren peningkatan permintaan menunjukkan bahwa produk perikanan Indonesia memiliki peluang besar bersaing dalam industri ikan hias dunia.
Sebagai tambahan konteks, data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menunjukkan nilai pasar global ikan hias mencapai lebih dari USD 15 miliar per tahun. Indonesia memiliki potensi besar dalam industri ini, terutama melalui ekspor arwana yang bernilai tinggi dan diakui kualitasnya.
Ke depan, KKP berkomitmen menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan ekonomi. Upaya pengawasan dan regulasi tetap dilakukan agar keberlangsungan arwana super red terjaga. Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat budidaya ikan hias dunia yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Baca Juga: Dead Island 3 Mulai Dikembangkan, Petualangan Baru Menanti”
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat sektor perikanan hias Indonesia melalui peningkatan ekspor arwana super red asal Kalimantan Barat. Ikan hias bernilai tinggi ini berhasil menembus 14 negara dan menjadi komoditas penting dalam mendukung devisa nasional.
Data resmi KKP menunjukkan sepanjang tahun 2024 ekspor arwana formosus dari Kalimantan Barat mencapai 161.066 ekor. Tujuan utama ekspor tersebut adalah China sebesar 89 persen, Vietnam 8 persen, dan Taiwan 3 persen. Sementara periode Januari hingga 29 September 2025, tercatat 573 dokumen ekspor dengan jumlah 105.357 ekor arwana. Pasar baru yang berhasil ditembus antara lain Asia Selatan dan Amerika Latin.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menegaskan seluruh kegiatan ekspor arwana harus mengikuti aturan ketat. “Sebagai spesies dilindungi penuh dan termasuk Appendiks I CITES, perdagangan arwana wajib mematuhi regulasi nasional maupun internasional,” ujarnya. Regulasi tersebut diatur dalam Permen KP No. 61/2018 dan Kepmen KP No. 1/2021.
Ia menambahkan pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan kelestarian populasi arwana super red. Dengan pendekatan ini, KKP berupaya menyeimbangkan aspek konservasi dan manfaat ekonomi. “Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara konservasi dan ekonomi, sehingga arwana super red tetap lestari sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di pasar global,” tegas Koswara.
Pelepasan ekspor periode September 2025 dilakukan langsung dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak. Kegiatan ini bertepatan dengan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kalimantan Barat sekaligus peringatan HUT ke-26 KKP melalui rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan. Dalam agenda tersebut, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), juga meninjau lokasi pembiakan arwana di PT Wajok Inti Lestari, Kabupaten Kubu Raya.
“Baca Juga: Battlefield 6 Segera Perbaiki Kendaraan Tempur untuk Gameplay Lebih Stabil”