
ammar zoni
infoinspiratif.com – Ammar Zoni dan beberapa terdakwa lain terkait dugaan peredaran narkotika telah dipindahkan dari **Lapas Nusakambangan** ke **Lapas Narkotika Jakarta**. Meski jarak fisik lebih dekat ke keluarga, **status Ammar sebagai tahanan high risk tetap berlaku**.
Pemindahan ini dilakukan demi menjaga keamanan, kelancaran proses persidangan, dan pengawasan ketat terhadap tahanan dengan risiko tinggi.
Baca juga: “Asaki Nilai Aturan SNI Pacu Utilisasi Industri Keramik”
### Aturan Kunjungan yang Sangat Ketat
Kasubdit Kerjasama Ditjen PAS, **Rika Aprianti**, menegaskan bahwa kunjungan keluarga dibatasi untuk menjaga keamanan. Hanya **keluarga inti** yang diperbolehkan menjenguk: istri, anak kandung, orang tua kandung, kakak, dan adik kandung.
> “Komunikasi sekali lagi tetap dibatasi hanya keluarga inti dan pengacara. Lainnya tidak bisa,” ujar Rika di Kantor Ditjen PAS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).
Frekuensi kunjungan pun mengikuti ketentuan **Peraturan Menteri** untuk tahanan high risk, yakni maksimal **sekali seminggu**. Kebijakan ini berbeda dengan tahanan pidana umum yang dapat dijenguk lebih sering.
### Alasan Pemindahan
Pemindahan Ammar Zoni bukan semata-mata administratif. Ditjen PAS menekankan langkah ini **untuk mendukung kelancaran proses persidangan**. Langkah pemindahan dianggap penting agar sidang dapat berlangsung tanpa risiko gangguan keamanan.
> “Kami mendukung percepatan persidangan demi hasil terbaik bagi warga binaan, organisasi, dan masyarakat,” jelas Rika Aprianti.
Selain itu, aturan ini memastikan pengawasan lebih ketat, mengurangi risiko gangguan di lapas, dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.
### Prosedur Persidangan dan Pemulangan
Terkait jadwal persidangan Ammar, Rika menegaskan **tidak ada batas waktu tertentu** dari Ditjen PAS. Semua mengikuti kebutuhan majelis hakim dalam memeriksa perkara.
> “Sesuai penetapan hakim. Setelah persidangan selesai, tahanan akan kembali menjalani pidana di Nusakambangan,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan koordinasi antara lembaga pemasyarakatan dan pengadilan untuk **memastikan proses hukum berjalan efektif** tanpa mengabaikan keamanan tahanan high risk.
### Konteks Tambahan
Penanganan tahanan high risk di Indonesia mengikuti standar internasional terkait keamanan dan keselamatan. Lapas khusus seperti ini biasanya dilengkapi sistem pengawasan lebih ketat, petugas berpengalaman, dan protokol kunjungan yang terkontrol.
Kasus Ammar Zoni menjadi sorotan publik karena melibatkan figur publik dan menekankan transparansi dalam sistem pemasyarakatan, sekaligus memastikan hak hukum terdakwa tetap dihormati.
Pemindahan Ammar Zoni ke Lapas Narkotika Jakarta menegaskan perlakuan khusus untuk tahanan risiko tinggi. Kunjungan keluarga dibatasi, frekuensi terbatas, dan prosedur diawasi ketat. Langkah ini sekaligus mendukung kelancaran persidangan.
Kasus ini menunjukkan keseimbangan antara **keamanan lapas**, hak tahanan, dan kebutuhan proses hukum, sekaligus memberi pelajaran bagi publik terkait penanganan tahanan high risk di Indonesia.
Baca juga: “Setelah persidangan, Ammar Zoni akan dikembalikan ke Nusakambangan”