
Lebaran Dorong Tren Sewa Tas Branded Naik
infoinspiratif.com – Menjelang Lebaran, layanan penyewaan tas bermerek dari Lavergne.id mencatat lonjakan minat masyarakat. Banyak konsumen ingin tampil elegan dengan tas kelas atas tanpa harus membeli. Dua brand paling diminati adalah Dior dan Chanel, yang dikenal memiliki desain klasik dan mudah dipadukan untuk berbagai acara.
Edha Clarissa dari tim Sales dan Marketing Lavergne.id menjelaskan, kedua merek menjadi favorit karena modelnya timeless dan populer di kalangan pelanggan. “Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya,” kata Edha saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Mayoritas penyewa berasal dari kalangan profesional berusia sekitar 30 tahunan. Tarif sewa bervariasi sesuai jenis, model, dan kondisi tas, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per pemakaian. Penentuan harga juga menyesuaikan kategori merek dan kualitas tas yang tersedia.
Menjelang Lebaran, bisnis penyewaan ini merasakan peningkatan omzet signifikan. Pendapatan Lavergne.id dapat mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta dalam periode tersebut.
Untuk menjaga keamanan barang, Lavergne.id menerapkan seleksi ketat bagi calon penyewa. Selain itu, sistem deposit digunakan sebagai jaminan agar tas tetap aman selama masa sewa. Langkah ini membantu meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan.
Fenomena meningkatnya minat sewa tas mewah mendapat perhatian dari industri mode. Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna, menilai tren ini sebagai adaptasi gaya hidup masyarakat. “Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat kini menilai manfaat penggunaan barang lebih penting daripada kepemilikan. Banyak yang menyewa tas mahal agar tetap tampil menarik saat Lebaran tanpa harus membeli. Tren ini menunjukkan kesadaran konsumen dalam mengatur anggaran sekaligus tetap menjaga penampilan.
Baca juga: “Lorde Mulai Era Indie Setelah Kontrak Universal Berakhir”
Tas mewah yang banyak diminati berasal dari brand desainer lokal papan atas maupun merek internasional terkenal. Konsumen mempertimbangkan desain, reputasi, dan fleksibilitas penggunaan sebagai faktor utama.
Selain itu, tren ini memperlihatkan kesadaran gaya hidup berkelanjutan. Konsep berbagi pakai sejalan dengan prinsip fesyen ramah lingkungan. Satu produk bisa digunakan oleh banyak orang bergantian, sehingga produksi berlebih dapat ditekan.
Sistem sewa tas membantu mengurangi limbah industri fesyen. Dengan memperpanjang siklus penggunaan produk, dampak lingkungan akibat produksi massal berkurang. Hal ini mendukung gerakan fesyen berkelanjutan dan lebih hemat sumber daya.
Meningkatnya minat sewa tas branded menunjukkan peluang bisnis yang terus berkembang. Model sewa ini memungkinkan masyarakat menikmati barang mewah secara efisien dan ekonomis.
Lavergne.id dan penyedia sejenis diperkirakan akan terus memperluas layanan, menambah koleksi tas, dan memperkuat sistem keamanan. Tren ini kemungkinan akan menjadi bagian dari gaya hidup urban yang mengutamakan nilai guna, fleksibilitas, dan tanggung jawab lingkungan.
Secara keseluruhan, fenomena sewa tas mewah menjelang Lebaran mencerminkan adaptasi konsumen modern. Mereka kini menyeimbangkan penampilan, anggaran, dan kesadaran lingkungan dengan cara yang lebih cerdas dan praktis.
Baca juga: “Update Tren Lebaran 2026: Intip Alasan Kaum Profesional Pilih Sewa Tas Mewah Ketimbang Beli Baru”