
Lorde
infoinspiratif.com – Musisi asal Selandia Baru, Lorde, mengumumkan bahwa ia kini resmi berstatus musisi independen. Keputusan ini muncul setelah kontraknya dengan Universal Music Group (UMG) berakhir pada akhir tahun 2025, menandai babak baru dalam kariernya. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Lorde melalui serangkaian voice note yang ia kirim kepada komunitas penggemarnya.
Lorde memulai karier profesionalnya sejak usia 12 tahun ketika menandatangani development deal pertama dengan Universal Music Group. Selama hampir dua dekade, kontrak ini menjadi bagian besar dari kehidupannya, membentuk perjalanan kreatif dan profesionalnya. “Aku sudah berada dalam kontrak itu untuk waktu yang sangat, sangat lama dan dalam berbagai bentuk sejak aku berusia 12 tahun,” jelas Lorde, seperti dikutip dari Variety.
Menurutnya, kontrak awal yang ditandatangani saat masih remaja membuatnya belum sepenuhnya memahami dunia industri musik. Ia menilai bahwa keputusan masa kecilnya itu, meski membantu kariernya, juga membatasi kebebasan kreatifnya. Lorde menambahkan, “Seorang gadis 12 tahun sudah ‘menjual’ karya kreatifnya sebelum benar-benar tahu seperti apa dunia itu dan apa yang ia tandatangani.”
Meski kini memilih jalur independen, Lorde tetap menyatakan rasa hormat terhadap tim Universal Music. Ia menekankan bahwa pengalaman bekerja dengan label tersebut membentuknya sebagai musisi profesional. “Mereka adalah orang-orang yang luar biasa dan sangat aku kagumi,” ujarnya.
Baca juga: “Kasasi Ditolak, Nikita Mirzani Jalani 6 Tahun”
Keputusan Lorde menjadi musisi independen muncul dari keinginan untuk merasakan kebebasan dalam berkarya. Ia menyebut fase ini sebagai momen langka untuk menjelajahi kreativitas tanpa batasan kontrak. “Ketika aku melihat kesempatan untuk memulai dari awal, aku mencoba mengambilnya. Rasanya berbeda, penuh kemungkinan, dan tentu saja terinspirasi,” katanya.
Lorde bahkan menyoroti perubahan sikap terhadap proses kreatifnya. Ia menempatkan kebebasan sebagai prioritas utama, menunjukkan bahwa ia ingin bereksperimen dan menentukan arah musiknya sendiri. Dalam voice note-nya, ia menyebut ponselnya memiliki wallpaper bertuliskan “I have no master,” sebagai simbol dari status independennya.
Status baru ini juga menjadi momen refleksi bagi Lorde terhadap perjalanan kariernya. Ia menegaskan bahwa meski suatu saat mungkin akan menandatangani kontrak lagi, saat ini ia ingin menikmati kebebasan penuh dalam mencipta musik. Pendekatan ini memungkinkan Lorde untuk mengambil keputusan kreatif sepenuhnya berdasarkan insting dan visi artistiknya.
Lorde terakhir merilis album keempatnya, Virgin, pada Juni 2025 di bawah Universal Music Group. Saat ini, ia tengah menjalani tur dunia bertajuk Ultrasound, yang akan ditutup dengan dua konser di Los Angeles pada 14-15 Mei 2026. Tur ini menjadi bagian penting dari promosi album sekaligus peluang untuk memperkenalkan dirinya sebagai musisi independen.
Meskipun perwakilan Lorde dan label Republic Records belum memberikan komentar resmi terkait pengumuman ini, komunitas penggemar menanggapi dengan antusias. Banyak yang menilai keputusan independen ini akan membuka ruang baru bagi inovasi musik dan pengalaman live performance yang lebih personal.
Langkah Lorde menjadi independen memiliki potensi besar terhadap arah karier dan industri musik secara umum. Dengan kendali penuh atas distribusi, hak cipta, dan proses kreatif, ia dapat lebih leluasa bereksperimen dengan gaya musik, kolaborasi, dan strategi rilis. Hal ini sejalan dengan tren musisi global yang memilih independensi untuk menjaga integritas artistik sekaligus meningkatkan keuntungan finansial.
Selain itu, kebebasan ini memungkinkan Lorde membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar melalui komunikasi langsung dan proyek kreatif unik. Strategi ini telah terbukti efektif bagi banyak musisi yang beralih ke jalur independen, meningkatkan loyalitas penggemar sekaligus fleksibilitas kreatif.
Dengan kontrak Universal Music berakhir, Lorde kini memasuki babak baru sebagai musisi independen. Keputusan ini memberikan kebebasan kreatif, ruang eksplorasi, dan kesempatan untuk menentukan arah musik tanpa batasan label. Penggemar dapat menantikan karya baru yang lebih personal dan eksperimen musik yang inovatif, sambil menyaksikan bagaimana Lorde memanfaatkan fase bebas ini untuk mengekspresikan diri sepenuhnya.
Baca juga: “Penjualan Vinyl di AS Naik Sampai Rp 15,7 Triliun Karena Taylor Swift”