
Toyota Rilis mTOYOTA Baru dengan Fitur Canggih di GIIAS 2025
Info inspiratif– PT Toyota-Astra Motor (TAM) memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 untuk meluncurkan ekosistem layanan terbaru. Inovasi ini mencakup pembaruan aplikasi mTOYOTA, perluasan layanan purnajual T-OPT, dan peluncuran Hybrid Health Check. Seluruh inisiatif dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih terkoneksi dan efisien bagi pelanggan Toyota di Indonesia.
Menurut Marketing Director TAM, Hiroyuki Oide, aplikasi mTOYOTA kini menjadi pusat dari seluruh ekosistem layanan. “Dengan semangat #TOYOTAInYourHands, aplikasi ini hadir sebagai pusat pengalaman pelanggan yang reliable dan connected. Kami ingin menciptakan pengalaman kepemilikan tanpa hambatan bagi pelanggan maupun dealer,” ujarnya saat konferensi pers di ICE BSD, Kamis (24/7/2025).
Versi terbaru mTOYOTA memungkinkan pengguna untuk memesan servis, memantau status kendaraan, hingga menyesuaikan spesifikasi mobil sesuai preferensi. Notifikasi pengingat servis kini juga terintegrasi otomatis. Aplikasi ini mulai tersedia di tujuh dealer utama dan akan diperluas secara nasional. Pembayaran perpanjangan layanan T-Intouch pun kini bisa dilakukan lewat AstraPay, cukup dengan nomor rangka kendaraan.
TAM juga meluncurkan layanan Hybrid Health Check, yang memberikan pemeriksaan baterai gratis untuk kendaraan hybrid dan BEV berusia 3–5 tahun atau telah menempuh jarak 50.000–100.000 km. Layanan ini mencakup pengecekan kode kerusakan (DTC), kondisi baterai, serta inspeksi visual oleh teknisi bersertifikat.
Untuk memperkuat solusi purnajual, lini produk T-OPT turut diperluas. Komponen baru seperti clutch disc, clutch cover, dan clutch bearing kini tersedia di Toyota Part Shop Partner serta bengkel OtoXpert. Menurut Jap Ernando, Direktur Pemasaran TAM, langkah ini merupakan komitmen Toyota untuk menyatu dengan gaya hidup digital pelanggan.
Toyota menunjukkan bahwa mobilitas modern tak sekadar soal kendaraan, tapi juga integrasi teknologi demi kenyamanan total pelanggan.
“Baca juga: Prabowo, Dua Kecelakaan Terjun Payung dan Operasi Besar”
Toyota-Astra Motor (TAM) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung mobilitas modern melalui pemanfaatan teknologi di semua lini layanan. Dalam ajang GIIAS 2025, TAM memperkenalkan sejumlah pembaruan penting, termasuk layanan Hybrid Health Check dan perluasan lini produk Toyota Optimal Parts (T-OPT). Langkah ini memperkuat posisi Toyota sebagai produsen otomotif yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menghadirkan solusi mobilitas yang terintegrasi dan efisien.
Menurut Marketing Director TAM, Jap Ernando, mobilitas masa kini bukan hanya soal kendaraan. “Ini tentang bagaimana teknologi menyatu dalam setiap aspek pengalaman berkendara. Dengan integrasi layanan seperti T Intouch, AstraPay, Hybrid Health Check, dan T-OPT, kami ingin menghadirkan peace of mind bagi pelanggan,” ujarnya dalam konferensi pers di GIIAS 2025.
Hybrid Health Check merupakan layanan pengecekan baterai gratis untuk kendaraan hybrid dan battery electric vehicle (BEV) yang berusia antara 3 hingga 5 tahun, atau memiliki jarak tempuh 50.000 hingga 100.000 km. Pemeriksaan dilakukan oleh teknisi bersertifikat dan mencakup pengecekan DTC (diagnostic trouble code), kondisi sel baterai, serta inspeksi visual komponen sistem elektrifikasi.
Selain itu, Toyota memperluas pilihan suku cadang T-OPT agar pemilik kendaraan dapat lebih mudah melakukan perawatan berkala dengan biaya terjangkau. Komponen baru yang ditambahkan meliputi clutch disc, clutch cover, dan clutch bearing, melengkapi item sebelumnya seperti air filter, brake pad, dan fuel filter. Semua komponen tersedia di jaringan Toyota Part Shop Partner dan bengkel resmi OtoXpert yang tersebar di seluruh Indonesia.
Langkah strategis ini memperlihatkan komitmen Toyota dalam menyederhanakan kepemilikan kendaraan di era elektrifikasi dan digitalisasi layanan. TAM menegaskan, teknologi akan terus menjadi bagian penting dari strategi mereka dalam merespons kebutuhan mobilitas masa depan.
“Simak juga: Tragedi Anak 2 Tahun Dugaan Malapraktik di Medan, RS Berkomentar“ [4]