
Berat Badan Lawan Gervonta Davis Diungkap Jake Paul
Info inspiratif – Jake Paul kembali menarik perhatian publik setelah mengungkap berat badan yang harus ia capai untuk melawan Gervonta Davis. Pertarungan eksibisi ini dijadwalkan berlangsung pada 14 November di State Farm Arena, Atlanta, Georgia.
Paul mengaku hanya perlu menurunkan sekitar 2,3 kilogram dari berat biasanya. Hal ini membuat persiapan fisiknya relatif lebih ringan dibanding pertarungan sebelumnya. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Betr, ia mengatakan, “Saya harus mencapai 80 kilogram.”
Sebagai perbandingan, Paul dikenal sebagai petinju kelas penjelajah alami dengan berat sekitar 90 kilogram. Bahkan pada laga melawan Mike Tyson tahun lalu, ia sempat mencapai bobot 100 kilogram. Dalam duel sebelumnya menghadapi Anderson Silva, Tommy Fury, dan Nate Diaz pada 2023, Paul berhasil menjaga beratnya di angka 80 kilogram.
Sementara itu, Gervonta Davis menghadapi tantangan berbeda. Juara kelas ringan WBA ini biasanya bertarung di kategori 63,5 kilogram. Meski disebutkan target beratnya adalah 78 kilogram, banyak pihak meragukan Davis bisa mencapainya dengan stabil. Perbedaan bobot inilah yang menjadikan laga ini tidak diakui sebagai kontes profesional.
Aturan pertandingan juga masih dalam tahap finalisasi. Jake Paul menyebut duel akan berlangsung 10 ronde dengan durasi tiga menit per ronde. Selain itu, keduanya wajib menjalani tes narkoba acak yang diawasi USADA untuk memastikan integritas pertarungan.
Pertarungan eksibisi ini diprediksi tetap menyita perhatian besar publik. Selain ketimpangan berat badan, gaya bertarung keduanya dianggap sangat kontras. Paul akan mengandalkan kekuatan fisik dan ukuran tubuh, sementara Davis memiliki keunggulan kecepatan dan pengalaman di ring.
Jika laga ini berjalan sesuai rencana, hasilnya bisa menjadi tolok ukur baru bagi Jake Paul dalam melawan petinju dengan kelas berbeda. Publik juga menunggu apakah Davis mampu mengatasi selisih berat badan yang signifikan tanpa kehilangan performa terbaiknya.
Pertarungan eksibisi antara Jake Paul dan Gervonta Davis semakin menarik perhatian setelah keduanya menunjukkan tren performa yang berbeda dalam beberapa laga terakhir. Masing-masing petinju membawa catatan unik yang memengaruhi ekspektasi publik menjelang duel pada 14 November mendatang.
Gervonta Davis, juara dunia tiga kelas, baru saja mengalami hasil mengejutkan. Rekornya yang sebelumnya sempurna (30-0-1) ternoda pada Maret lalu saat ditahan imbang secara kontroversial oleh Lamont Roach. Kontroversi muncul karena wasit Steve Willis tidak menghitung knockdown di ronde kesembilan, padahal Davis terlihat berlutut setelah terkena pukulan. Keputusan itu membuat Roach kehilangan kesempatan meraih poin krusial dan akhirnya gelar kelas ringan WBA tetap berada di tangan Davis.
Meski WBA sempat memerintahkan pertandingan ulang, Davis justru memilih menerima tantangan dari Jake Paul. Keputusan ini memicu spekulasi soal status gelar WBA kelas ringan, yang kini sedang ditinjau ulang oleh badan sanksi utama. Jika pengakuannya dicabut, Davis berpotensi kehilangan salah satu titel paling bergengsi dalam kariernya.
Di sisi lain, Jake Paul datang dengan momentum positif. YouTuber yang beralih menjadi petinju profesional ini mencatat enam kemenangan beruntun setelah satu-satunya kekalahan dari Tommy Fury pada Februari 2023. Kemenangan terbarunya melawan Julio Cesar Chavez Jr, meski lawannya dalam kondisi menurun, dianggap sebagai pencapaian signifikan dalam rekam jejak Paul. Kini, rekor Paul berdiri di angka 12-1.
“Baca juga: Respons Erick Thohir terhadap Masalah BUMN Tekstil di Sleman Tantangan dan Solusi”
Perbandingan ini menunjukkan kontras mencolok: Davis berhadapan dengan ketidakpastian akibat kontroversi dan kemungkinan kehilangan gelar, sedangkan Paul semakin percaya diri dengan tren kemenangannya. Pertarungan nanti bukan hanya soal fisik dan strategi, tetapi juga soal mentalitas dan momentum yang akan menentukan arah karier keduanya.