
Menpora Erick Thohir Bahas Anggaran Olahraga dengan Purbaya
Info inspiratif – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Sabtu. Informasi tersebut dibagikan langsung melalui akun Instagram resmi Erick Thohir. Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena terkait erat dengan persiapan kontingen Indonesia menuju SEA Games 2025 di Thailand.
Sebelumnya, Erick Thohir telah menyampaikan bahwa pendanaan SEA Games 2025 masih jauh dari kebutuhan ideal. Dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai Rp45 hingga Rp65 miliar, saat ini baru tersedia sekitar Rp10 miliar. Dengan alokasi tersebut, kontingen Indonesia hanya bisa mengirim 120 atlet. Angka ini jauh berkurang jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya.
Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia mengirim 599 atlet dan berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Sementara di SEA Games 2021 di Hanoi, kontingen Indonesia berjumlah 476 atlet dengan perolehan 69 emas. Data historis ini memperlihatkan bahwa jumlah atlet berpengaruh signifikan terhadap capaian medali.
“Setiap partisipasi di SEA Games membutuhkan dukungan pendanaan yang besar. Saat ini, yang tersedia masih jauh dari mencukupi,” ujar Erick dalam keterangan sebelumnya setelah rapat bersama Komite Olahraga Indonesia (KOI) pada 22 September.
Keterbatasan dana berpotensi membuat peluang Indonesia menurunkan kekuatan terbaiknya berkurang. Apalagi, SEA Games 2025 di Thailand dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember, yang berarti persiapan harus dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan kondisi ini, Erick menilai langkah koordinasi lintas kementerian sangat penting agar pendanaan bisa segera ditingkatkan.
“Baca Juga: Semua Resident Evil RE Engine Dipastikan Rilis di Switch 2″
Selain itu, pengelolaan anggaran juga perlu diarahkan pada cabang olahraga unggulan yang berpotensi menyumbang medali emas. Strategi pemetaan atlet dan cabang olahraga prioritas diharapkan menjadi solusi dalam keterbatasan sumber daya.
Pentingnya pembiayaan memadai untuk kontingen Indonesia tidak hanya menyangkut jumlah atlet, tetapi juga kualitas persiapan. Biaya mencakup pelatihan, try-out internasional, gizi atlet, hingga akomodasi selama kompetisi. Jika hanya mengandalkan Rp10 miliar, kebutuhan ini sulit terpenuhi.
Erick menekankan bahwa partisipasi Indonesia di ajang multinasional seperti SEA Games tidak hanya soal prestasi, tetapi juga diplomasi olahraga. Keberhasilan atlet membawa nama bangsa akan memperkuat citra Indonesia di tingkat regional.
Managing Director KOI, dalam kesempatan berbeda, juga menyampaikan perlunya sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam mendukung pembiayaan atlet. Model pendanaan campuran dianggap menjadi salah satu solusi realistis agar Indonesia tetap dapat bersaing dengan negara-negara lain seperti Thailand dan Vietnam yang memiliki dukungan anggaran lebih besar.
Sementara itu, sejumlah cabang olahraga seperti bulutangkis, angkat besi, panahan, serta atletik masih diproyeksikan menjadi lumbung medali. Namun, tanpa dukungan penuh terhadap program latihan dan try-out internasional, performa atlet berpotensi tidak maksimal.
Dengan sisa waktu yang semakin singkat menuju 9 Desember 2025, pembahasan anggaran menjadi krusial. Pertemuan Erick Thohir dan Menteri Keuangan Purbaya diharapkan menghasilkan langkah konkret yang mampu menambah dukungan finansial untuk kontingen Merah Putih.
“Baca Juga: Harga Silksong Tinggi Picu Kekhawatiran Developer Indie”
Erick optimistis, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan federasi olahraga, Indonesia masih memiliki peluang mempertahankan posisi tiga besar di SEA Games. Namun, keberhasilan itu sangat ditentukan oleh keputusan cepat dalam hal pendanaan dan persiapan intensif yang segera dijalankan.