
Ma’ruf Amin
infoinspiratif.com – Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin, menekankan transformasi ekonomi syariah harus menjadi bagian utama sistem ekonomi nasional.
“Pengembangan ekonomi syariah tidak bisa instan. Kita punya target jangka panjang 25 tahun untuk mentransformasikan ekonomi masyarakat agar sesuai prinsip syariah,” ujar Kiai Ma’ruf Amin dalam Ta’aruf Pengurus DSN-MUI Masa Khidmat 2025-2030 dan Rapat Pleno DSN-MUI Ke-60 di Jakarta, Rabu.
Transformasi dilakukan secara bertahap dan sistematis, mulai dari memasyarakatkan ekonomi syariah hingga memperkuat kualitas produk dan memperluas pangsa pasar.
Ma’ruf Amin menekankan literasi ekonomi syariah sebagai fondasi penting. Ia menjelaskan masyarakat perlu memahami bahwa berekonomi secara syariah bukan hanya pilihan, tetapi kebutuhan.
“Ketika sudah tersedia sistem yang normal dan sesuai syariah, penggunaan sistem non-syariah seharusnya ditinggalkan,” katanya. Literasi ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat serta meningkatkan kepercayaan investor domestik dan internasional.
Menurut Ma’ruf, prinsip syariah seperti larangan manipulasi, gharar (ketidakjelasan), dan praktik perjudian menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan terpercaya.
“Kalau rambu-rambu syariah dijalankan, insyaallah tidak akan terjadi manipulasi, kepercayaan akan tumbuh, baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya. Hal ini menjadi langkah penting untuk memperkuat integritas sektor ekonomi syariah.
Ma’ruf menegaskan transformasi ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
“Ekonomi syariah itu satu ekosistem. DSN-MUI berperan sebagai motor penggerak melalui fatwa, tetapi harus didukung oleh regulator, pelaku industri, dan masyarakat secara bersama-sama,” ujarnya.
Kolaborasi ini meliputi pengembangan kebijakan, inovasi produk syariah, serta penguatan kapasitas lembaga keuangan dan bisnis berbasis syariah.
Baca juga: “Jelang Pelantikan Hakim MK, Adies Kadir Tiba di Istana”
Ma’ruf berharap strategi jangka panjang dan literasi masif akan membuat ekonomi syariah menjadi arus utama dalam sistem ekonomi nasional.
Transformasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi Indonesia. Dengan ekosistem yang sehat, diharapkan praktik ekonomi syariah dapat mengurangi risiko spekulasi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan memperluas inklusi keuangan.
Ke depan, pengembangan ekonomi syariah akan menjadi salah satu pilar strategi nasional. Pemerintah, DSN-MUI, pelaku industri, dan masyarakat diharapkan berperan aktif.
Dengan fokus pada literasi, kepatuhan prinsip syariah, dan penguatan sinergi, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah global dalam 25 tahun ke depan.
Baca juga: “Dorong Penguatan Ekonomi Syariah, BPKH Resmikan Islamic Economics and Business Center di UNS”